SriwijayaPost/

Untuk Turis Arab Saudi, Bali Ingin Dikenal sebagai Destinasi "Wedding"

Bali diharapkan bisa dikenal sebagai destinasi pernikahan untuk turis dari Timur Tengah khususnya Arab Saudi pasca kunjungan Raja Arab Saudi, Salman b

Untuk Turis Arab Saudi, Bali Ingin Dikenal sebagai Destinasi
Flickr
Turis menikmati wisata alam Ceking di kawasan Ubud, Gianyar, yang terkenal dengan pemandangan sawah bertingkat (terasering), Minggu (7/8/2016). 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Bali diharapkan bisa dikenal sebagai destinasi pernikahan untuk turis dari Timur Tengah khususnya Arab Saudi pasca kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud pada bulan Maret mendatang.

Berita Lainnya:  Ini dia, 8 Fakta Menarik Seputar Kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia

Hal itu disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace.

"Kita sih harapkan untuk namanya dikenal (sebagai) wedding destinasi. Itu kita harapkan setelah kunjungan Raja Arab Saudi ke Bali," kata Cok Ace saat dihubungi KompasTravel, Kamis (23/2/2017).

Ia menambahkan turis Arab Saudi bisa pergi ke Bali untuk merayakan pernikahan. Cok Ace mengatakan Bali memiliki tempat-tempat yang cocok untuk turis Arab Saudi merayakan pernikahan.

"Kita punya pemandangan dan venue pernikahan. Kita ada varian misalnya di pesisir. Kita ada di Kerobokan, Legian, Jimbaran," jelasnya.

Menurut Cok Ace, tren perayaan pernikahan di Bali sudah dirasakan sejak empat tahun yang lalu. Hingga saat ini, turis dari India, Australia, China, dan Singapura banyak yang mengadakan pesta pernikahan di Bali.

"Tren ikonik Bali itu 'Island of Love'. Itu karena cerita 'Eat, Pray, and Love'. Eat-nya di Italia, pray-nya di India, dan love-nya di Bali. Jadi jika ingin menjalin cinta maka datanglah ke Bali," ujar Cok Ace.

Seperti diberitakan sebelumnya, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan membawa rombongan besar saat berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan, rombongan yang ikut serta mencapai 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran.

Kedatangan Raja Salman ke Indonesia terkait pertemuan kedua negara untuk membahas sejumlah topik.

Topik yang akan dibahas dalam pertemuan kenegaraan itu antara lain penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia, hingga perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab.

Raja Salman dan rombongan dikabarkan akan berlibur ke Bali dari tanggal 4 hingga 9 Maret 2017. Namun, status rombongan di Bali bukan lagi tamu negara, melainkan wisatawan biasa.

Penulis : Wahyu Adityo Prodjo

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help