Bupati Muratara Syarif Hidayat: Kami Ingin Bangkit, Berdiri, Berjalan dan Berlari

Pertama adalah menyediakan seluruh kebutuhan dasar masyarakat. Seperti jalan dan jembatan, air bersih, pendidikan, kesehatan dan keamanan.

Berdebu dan kekurangan air. Untuk itu pada tahun 2016, dibangun fasilitas air bersih (PAM) di wilayah tersebut. Bagi yang lokasinya jauh dan tidak terjangkau, maka dibangun sumur bor.

"Alhamdulillah berhasil. Karena air bersih kebutuhan pokok, yang susah sumber air kami buat sumber air. Tak disitu saja, di Muarakulam Ulurawas juga dibuat PAM, meski ada sungai. Sebab, kita ingin ubah mindset masyarakat kita, yang selama ini MCK di sungai. Dengan adanya sumber air lain, diharapkan kebiasaan selama ini bisa berubah," katanya.

Demikian pula dengan listrik.‎ Pada tahun 2016, jaringan listrik sudah terpasang hingga ke desa paling ujung di Ulurawas. Dan tahun ini, Ulurawas akan terbebas dari gelap.

"Tahun ini kami bangun jaringan di Rawasilir. Kalau sudah terpasang listrik di Rawasilir ini, berarti tuntas sudah persoalan listrik di Muratara," ujarnya.

Di bidang kesehatan, disamping rehab puskesmas dan pustu yang sangat tidak layak, juga di setiap puskesmas disediakan kendaraan dinas.

Untuk puskesmas yang jauh dan medan yang sulit, disiapkan kendaraan dinas double gardan.‎ Tujuannya, petugas kesehatan di puskesmas bisa aktif turun ke masyarakat. Jangan menunggu masyarakat datang berobat kalau sudah sakit, tapi didatangi dan lakukan upaya-upaya pencegahan.

"Harapan kita dokter di puskesmas harus turun ke desa-desa, terutama untuk tindakan pencegahan. Kadang masyarakat mau datang ke puskesmas susah, jadi harus didatangi. Juga sekarang ini, pimpinan puskes saya tunjuk semuanya dokter. Memang ada beberapa SKM, tapi yang sudah senior," ujarnya.

Sedangkan di bidang pendidikan, secara bertahap juga ditingkatkan. Pada tahun 2017 ini, selain melakukan perbaikan fisik gedung sekolah, juga diadakan perbaikan mebeler. Yang selama ini pakai papan, akan diganti dengan piber untuk SD dan SMP.‎ Kemudian yang juga jadi perhatiannya, WC pelajar putra dan putri, tempatnya harus terpisah dan steril.

Di bidang ketenagakerjaan, untuk membuka lapangan pekerjaan, pihaknya juga telah mendatangkan investor untuk membangun pabrik gula dan tapioka.‎ Sektor ini menurutnya, bisa menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Selain itu, masyarakat juga bisa manfatkan lahan sendiri untuk tanam tebu dan ubi.

"Pabrik gula sudah tahap rekomendasi, tinggal izin prinsip, nanti turun ke lapangan. Saya harapkan, pada peringatan hari jadi Muratara keempat pada 11 Juni 2017, bisa peletakan batu pertama pembangunannya. Kalau itu selesai, bisa menyerap ribuan tenaga kerja," ucapnya.

Di bidang keamanan, pihaknya juga sudah menyiapkan lahan seluas 4,7 hektar diantara Desa Remban Kecamatan Rawasulu dan Desa Karanganyar Kecamatan Rupit untuk lokasi kantor Polres Muratara. Diharapkan, dengan dibangunnya kantor Polres Muratara, maka kondisi keamanan di Kabupaten Muratara yang kini berangsur membaik, akan semakin kondusif.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved