SriwijayaPost/

Bupati Muratara Syarif Hidayat: Kami Ingin Bangkit, Berdiri, Berjalan dan Berlari

Pertama adalah menyediakan seluruh kebutuhan dasar masyarakat. Seperti jalan dan jembatan, air bersih, pendidikan, kesehatan dan keamanan.

SRIPOKU.COM -- Senyum ramah menyeruak dari wajah Bupati Muratara Syarif Hidayat, saat menerima rombongan Sriwijaya Post - Tribun Sumsel yang menyambanginya di kantor, Jumat (24/2/2017) pagi.

Sikapnya yang santun dan bersahaja penuh kekeluargaan, membuat pertemuan menjadi cair dan pembicaraan pun mengalir dalam suasana penuh keakraban.

Ia sangat mengapresiasi kehadiran Sriwijaya Post - Tribun Sumsel. Sebab menurutnya, kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Muratara dan beragam potensi lainnya, takkan bisa terekspos keluar tanpa didukung oleh pemberitaan media.

Dalam kunjungan silaturahmi kurang lebih selama satu jam itu, ‎banyak hal disampaikan oleh Syarif Hidayat. Menyangkut kemajuan yang sudah dicapai dalam satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Devi Suhartoni. Hingga visi dan misinya untuk membangkitkan Kabupaten Muratara.

"Terimakasih atas kunjungannya ke Muratara. Umur kami baru menjelang 4 tahun dan 11 Juni 2017 akan datang ulang tahun yang keempat. Selama satu tahun kami tugas disini bersama Wakil Bupati Devi Suhartoni, sesuai visi misi kami ingin wujudkan Muratara makmur, cerdas dan bermartabat. Kami ingin bangkit dari tidur, berdiri, berjalan dan berlari," ujar Syarif Hidayat.

Bupati Muratara Syarif Hidayat (kanan) menerima cinderamata dari Manajer Iklan Sripo-Tribun Sumsel Budi, dalam kunjungan silaturahmi Jumat (24/2/2017).
Bupati Muratara Syarif Hidayat (kanan) menerima cinderamata dari Manajer Iklan Sripo-Tribun Sumsel Budi, dalam kunjungan silaturahmi Jumat (24/2/2017). (SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI)

Ia bersama wakilnya, bertekad keras untuk membangkitkan Kabupaten Muratara dari ketertinggalan. Paling tidak, harus sama sejajar dengan w‎ilayah-wilayah lainnya di Sumsel.

Untuk mewujudkan itu, yang pertama adalah menyediakan seluruh kebutuhan dasar masyarakat. Seperti jalan dan jembatan, air bersih, pendidikan, kesehatan dan keamanan.

"Alhamdulillah satu tahun ini, secara bertahap dan prioritas kita jalankan visi misi. Jalan dan jembatan kita benahi, meski belum maksimal, karena menyangkut ketersediaan dana. Demikian pula yang lainnya juga bertahap," ujarnya.

"Begitu kami bertugas di Muratara, kami termasuk kabupaten tertinggal. Karena ada 14 desa yang harus dibenahi dengan segala indikatornya. Alhamdulillah diakhir 2016, delapan desa sudah bangkit dari ketertinggalan. Tinggal beberapa desa lagi kita selesaikan pada 2017 ini. Tahun 2018, target Muratara bisa lepas dari ketertinggalan," sambungnya.

Menyangkut air bersih, dari tujuh kecamatan yang ada di Muratara‎, Kecamatan Nibung paling prioritas. Sebab wilayah tersebut tidak berada dialiran sungai. Sehingga saat musim kemarau, yang paling terasa adalah Kecamatan Nibung.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help