SriwijayaPost/

Terbukti, Puasa Lima Kali Sebulan Menyehatkan

Mengikuti diet yang meniru Puasa mungkin bermanfaat mengurangi faktor-faktor risiko penyakit di kalangan masyarakat yang umumnya sehat. Ini ditemukan

Terbukti, Puasa Lima Kali Sebulan Menyehatkan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Mengikuti diet yang meniru Puasa mungkin bermanfaat mengurangi faktor-faktor risiko penyakit di kalangan masyarakat yang umumnya sehat. Ini ditemukan dalam sebuah studi kecil.

Berita Lainnya:  Ini Cerita Lindsay Lohan Saat Ikut Puasa Saat Ramadan dan Merasa Tenang Baca Al Quran

Dr Min Wei dari UCLA Longevity Institute dan rekan-rekannya menguji efek diet yang meniru Puasa dan pengaruhnya pada berbagai faktor risiko diabetes, penyakit jantung, kanker dan penyakit-penyakit lain.

diet tersebut (FMD; nama merek ProLon) adalah diet rendah kalori, gula dan protein namun tinggi lemak tak jenuh.

Sebanyak 48 peserta studi makan dengan normal selama tiga bulan, sementara 52 orang makan diet FMD selama lima hari setiap bulan dan sisanya tetap makan dengan normal.

Setelah tiga bulan, kelompok itu berganti diet. Kendati semua peserta tergolong sehat, beberapa punya tekanan darah tinggi, kadar Kolesterol sehat rendah dan beberapa faktor risiko lainnya.

Total sebanyak 71 orang menyelesaikan studi yang diterbitkan di Science Translational Medicine itu. Indeks massa tubuh, tekanan darah, gula darah dan koleterol membaik bersama FMD tetapi hal ini utamanya terjadi pada mereka yang sudah berisiko.

Efek samping dietnya terhitung ringan seperti kelelahan, lemah dan sakit kepala.

Dr Joseph Antoun, CEO L-Nutra Inc yang memproduksi FMD mengatakan, FMD ditujukan untuk digunakan orang yang ingin mengoptimalkan kesehatannya, untuk orang kelebihan berat badan yang ingin menurunkan berat badan secara mudah dan sehat, dan oleh mereka yang punya biomarker di kadar abnormal untuk penuaan dan penyakit yang berkaitan dengan usia.

Antoun mengakui bahwa jika kita punya penyakit lazim yang berhubungan dengan kelebihan berat badan dan obesitas seperti diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, kita tak boleh menerapkan FMD tanpa konsultasi dokter.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help