Petani Kelapa Sawit Tagih Janji Kepastian Replanting

Setidaknya kata Anizar ada 1,5 Juta Hektar lahan Kelapa Sawit milik petani di Indonesia yang harus segera dilakukan replanting.

Petani Kelapa Sawit Tagih Janji Kepastian Replanting
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Anizar Simanjuntak, Ketua Umum Apkasindo usai membuka kegiatan Diklat bagi Petani Sawit Musi Rawas, yang bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Musi Rawas dan Universitas Sriwijaya, Rabu (22/2) di Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) meminta pemerintah untuk segera memberikan kepastian terkait pelaksanaan program bantuan penanaman ulang (replanting), bagi para petani kelapa sawit.

Hal tersebut dikemukakan Anizar Simanjuntak, Ketua Umum Apkasindo usai membuka kegiatan Diklat bagi Petani Sawit Musi Rawas, yang bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Musi Rawas dan Universitas Sriwijaya, Rabu (22/2) di Palembang.

"Yang menjadi kegalauan di kalangan petani sawit saat ini adalah belum adanya kepastian replanting. Padahal lewat program tersebut akan sangat mendongkrak produktivitas serta membuat petani sawit kembali bergairah dan sejahtera," jelasnya.

Setidaknya kata Anizar ada 1,5 Juta Hektar lahan Kelapa Sawit milik petani di Indonesia yang harus segera dilakukan replanting.

"Hampir seluruhnya tanaman sawit sudah berumur diatas 25 tahun sehingga memang sudah saatnya untuk replanting," ungkapnya.

Selain kegalauan menunggu kepastian pelaksanaan replanting, permasalahan lainnya juga yang terjadi di kalangan petani adalah sertifikasi lahan yang masih menemui sejumlah kendala.

"Ada lahan petani yang harus dibalik nama dan masalah lainnya. Besar harapan petani dengan Program replanting ini. Sehingga memang perlu adanya sinergi dengan semua pihak," katanya.

Ditambahkan Slamet Sumo Sentono, Ketua DPW Apkasindo Sumsel, untuk di Sumsel saja ada sekitar 200 ribu hektar lahan kelapa sawit yang menunggu untuk pelaksanaan replanting.

"200 ribu hektar ini tersebar di beberapa daerah, seperti Muba, Musi Rawas, OKI, Muara Enim. Dimana paling banyak terletak di Muba, yakni di Keluang dan Sungai Lilin. Sekarang 4 ribu hektar yang sudah diusulkan untuk replanting dan kita masih menunggu," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit telah berkomitmen memberikan bantuan kepada para petani sawit skala kecil untuk terus mengembangkan produktivitasnya.

Dimana BPDP berjanji untuk menyalurkan bantuan berupa dana tunai kepada para petani yang ingin melakukan penanaman ulang (replanting) kelapa sawit setelah panen.

Para petani yang ingin mengajukan permohonan bantuan replanting harus memenuhi sedikitnya lima persyaratan yang diberikan oleh BPDP. Bantuan dana ini utamanya diberikan kepada para petani kecil yang memiliki luas lahan kurang dari 4 hektar.

BPDP memberikan bantuan dana untuk replanting hingga Rp 25 juta untuk setiap hektarnya. 

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help