Jejak Orang Jawa di Negeri Gajah Putih

Jejak orang Jawa di luar Indonesia tak hanya ada di Suriname. Di Bangkok, Thailand, orang Jawa juga meninggalkan jejak kebudayaan berupa masjid yang b

Jejak Orang Jawa di Negeri Gajah Putih
detikTravel
Masjid Jawa atau Jawa Mosque di Jalan Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok, Thailand. Masjid berarsitektur Jawa yang berdiri sejak 108 tahun lalu. Masjid ini dibangun oleh H Muhammad Saleh, mertua dari KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. 

Tak ada sambutan apa pun dari masyarakat di sana. Tak ada pula hal yang mengesankan masjid itu sebagai destinasi wisata di Bangkok. Saat saya tiba di sana, jarum jam menunjukkan pukul 10.30 waktu setempat.

Masjid tampak sepi dan hanya ada seorang pria yang sedang duduk di teras masjid. Saat saya menghampiri dan mengajak berbicara dalam bahasa Inggris, ternyata dia hanya bisa berbahasa Thailand.

Dengan bahasa isyarat, ia pun mengarahkan saya ke ruang pengurusan jenazah, yang di dalamnya terdapat seorang perempuan dan laki-laki yang tengah merapikan kain kafan. Saya langsung mengucap salam kepada mereka dan bertanya dalam bahasa Inggris.

Beruntung, perempuan yang bernama Maryam itu bisa berbahasa Inggris. Maryam akhirnya memperkenalkan pria yang bersamanya tengah merapikan kain kafan. Abdul Hamid namanya. Ia merupakan Ketua Komunitas Muslim di sana. Saya lalu meminta izin untuk memotret interior masjid tersebut.

Seusai itu, saya kembali berbincang dengan Maryam. Ia mengatakan, Jawa Mosque merupakan pusat aktivitas keagamaan bagi umat Islam di Distrik Sathorn. Menurut Maryam, meski namanya seperti nama-nama orang Melayu, ia sama sekai tak bisa berbahasa Melayu.

Ia menambahkan, hampir semua penduduk di sana memang memiliki pertalian darah dengan orang Jawa yang pernah bekerja di Thailand.

Namun, hubungan itu sudah terlampau jauh sehingga generasi sekarang hanya bisa berbahasa Thailand, tanpa bisa berbahasa Jawa.

Maryam menuturkan, keberadaan Masjid Jawa juga dirasa penting bagi komunitas Islam di sana. Berbagai macam aktivitas keagamaan dilangsungkan hampir setiap hari.

Pada hari Senin hingga Jumat, setiap selesai shalat maghrib, ada pendidikan agama Islam yang diikuti oleh anak-anak usia sekolah. Kelas tersebut terletak persis di samping bangunan utama masjid.

Ada lima tingkatan yang harus dilalui oleh para muridnya. Di tingkatan pertama, mereka biasanya mempelajari cara membaca Al Quran. Di tingkat kedua, mereka mulai mempelajari hadis (sabda rasul) dan ilmu fikih (hukum dan aturan dalam Islam).

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help