SriwijayaPost/

Serempet Mobil, Anak Polisi Ini Diseret dan Dipukul

Dikatakan Aiptu Redi, kasus ini sudah hendak diselesaikan secara baik-baik termasuk kekeluargaan dengan mendatangi rumah pelaku.

Serempet Mobil, Anak Polisi Ini Diseret dan Dipukul
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Rafli saat menunjukkan baju yang dikenakannya saat kejadian yang sempat ditarik oleh pelaku.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Tak terima anaknya yang masih berusia 13 tahun dan masih duduk di bangku kelas 2 SMP telah dipukuli bak pencuri hingga mengalami luka-luka oleh HS, membuat Aiptu Redi akhirnya melaporkan kasus yang telah dialami anaknya tersebut ke Polisi.

Dikatan Aiptu Redi, kejadian yang menimpa anaknya yang bernama M Rafli tersebut terjadi pada Selasa (14/2/2017) sekitar pukul 13.00 lalu di Jalan Super Semar dan berawal saat anaknya yang mengendarai sepeda motor kawannya menyerempet mobil hingga menyebabkan bodi bagian belakang mobil pelaku tersebut penyok.

"Pelaku ini memukuli anak saya seperti pencuri. Sudah ditarik, lalu dicekik hingga badannya terseret dan mengalami luka-luka. Perlakuan itu yang tidak saya terima, meski badannya besar tetapi umurnya baru 13 tahun," ungkapnya usai membuat laporan di Polsekta Sukarami Palembang, Jumat (17/2/2017).

Sebenarnya, dikatakan Aiptu Redi, kasus ini sudah hendak diselesaikan secara baik-baik termasuk kekeluargaan dengan mendatangi rumah pelaku.

Namun, pihaknya tidak terima dengan perkataan dari pelaku dan keluarganya yang seolah-olah menyudutkan keluarganya. Dari itulah, ia pun akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan perkara ini melalui jalur hukum.

"Kami sudah memiliki niat untuk memperbaiki bemper mobil yang penyok. Akan tetapi, keluarga pelaku malah menuduh kami tidak mau mengganti kerusakan. Kalau memang tidak mau diselesaikan secara kekeluargaan, terpaksa saya tempuh jalur hukum. Terlebih anak saya yang dipukuli sampai luka-luka dan harus menjalani perawatan serta harus libur sekolah," terangnya.

Sementara itu, Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Achmad Akbar ketika dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan, pihaknya telah menerima laporan korban dengan nomor laporan TBL/316/II/2017/Sumsel/Resta/ Plg/Sek Skrm.

"Korban sudah dimintai keterangan, nanti juga akan dipanggil teman korban yang menyaksikan pemukulan dan juga tukang las yang sempat katanya mau memisahkan pemukulan tersebut. Kasusnya masih kami selidiki," jelasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help