Sempat Vakum, Griya Kain Tuan Kentang Kembali Diresmikan

Ekspresi Patmawati (47), pengrajin kain tenun khas Palembang, raut wajahnya terpancar rasa kebahagiaan. Suka ria disambut Patmawati

Sempat Vakum, Griya Kain Tuan Kentang Kembali Diresmikan
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Patmawati (47), pengrajin kain tenun khas Palembang yang memperlihatkan proses penenunan kain songket di Griya Kain Tuan Kentang Jalan Aiptu Wahab Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan SU I Palembang, Jumat (17/2/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ekspresi Patmawati (47), pengrajin kain tenun khas Palembang, raut wajahnya terpancar rasa kebahagiaan. Suka ria disambut Patmawati dan sejumlah pengrajin kain tenun lainnya.

Kebahagiaan ini setelah diresmikannya kembali lokasi yang dulunya vakum dan kini berubah menjadi Griya Kain Tuan Kentang di Jalan Aiptu Wahab Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan SU I Palembang, Jumat (17/2/2017).

"Alhamdulillah, adanya griya kain ini mungkin kain yang kami buat tidak susah lagi untuk memasarkannya," ujar Patmawati, yang masih sibuk menenun kain khas Palembang.

Patmawati yang merupakan asli Pegagan Pemulutan, cukup kesulitan untuk memasarkan kain tenun khas Palembang buatannya. Bahkan ia dan sesama pengrajin, terpaksa harus keliling pasar untuk menjual kain khas Palembang.

"Kalau ada tempat ini kita bisa melihatkannya secara langsung kepada pengunjung. Begitu juga dengan proses pembuatannya, jadi pengunjung tahu dengan kualitas kain tenun yang dibelinya. Harapan saya agar griya ini terus berlanjut," ujar ibu empat anak ini yang sudah puluhan tahun berprofesi sebagai pengrajin kain tenun khas Palembang.

Walikota Palembang Harnojoyo meresmikan Griya Kain Tuan Kentang. Bangunan yang akan menjadi galeri dan pusat penjualan kain karya warga Kampung Kain Tuan Kentang, merupakan bantuan dari CSR Bank Indonesia.

Selama ini, warga pengrajin kain jumputan, tajung dan Songket di kawasan tersebut tercerai berai. Mereka bekerja sendiri-sendiri termasuk menerima dan menjual pesanan. Sehingga, dalam momentum tersebut diresmikan pula sebuah wadah yang akan menampung lebih dari 200 pengrajin dengan nama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tuan Kentang.

Potensi produksi kain dikawasan ini cukup besar. Bahkan kerap menjadi penyuplai di pusat penjualan Tangga Buntung. Hanya saja, selama ini belum dilirik. Bahkan bangunan yang menurut warga, dulu pernah diresmikan oleh Walikota Eddy Santana Putra pada masa itu, sempat vakum sebelum kembali diperbaiki dan diresmikan ulang.

Walikota Harnojoyo mengatakan, upaya meresmikan Galeri ini adalah upaya untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kota Palembang. Sentra kerajinan tangan, merupakan salah satu yang akan menjadi incaran bagi wisatawan.

"Kita ketahui, Palembang ini tidak ada kebun karet atau pun batubara. Tapi kita miliki kebudayaan, kuliner dan kerajinan, sehingga harus dimaksimalkan," ujar Harno dihadapan Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi yang hadir dalam peresmian

Penulis: Welly Hadinata
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help