Sekda Sumsel: Ada Anak SD dan SMP Harus Cuci Darah. Penyebabnya Jajanan di Luar Pagar Sekolah

Guna mengantisipasi dampak jajanan makanan dan minuman di lingkungan sekolah perlu intervensi terhadap pedagangnya.

Sekda Sumsel: Ada Anak SD dan SMP Harus Cuci Darah. Penyebabnya Jajanan di Luar Pagar Sekolah
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Plt Sekda Provinsi Sumsel Drs H Joko Imam Sentosa MM memimpin rapat mengenai antisipasi dampak jajanan makanan dan minuman di Lingkungan Sekolah di ruang rapat Setda, Jumat (17/2/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Plt Sekda Provinsi Sumsel Drs H Joko Imam Sentosa MM mengatakan guna mengantisipasi dampak jajanan makanan dan minuman di lingkungan sekolah perlu intervensi terhadap pedagangnya.

Menurut Joko, fokus utama saat ini adalah mencegah khususnya di tingkat SD dan SMP.

Untuk tingkat SMA cenderung lebih mudah diarahkan karena anak SMA pada umumnya sudah bisa menentukan sendiri mana makanan yang sehat dan mana yang tidak sehat.

"Pertama mendata sekolah yang ada di Palembang, dan bagaimana caranya kita dibuat sebuah sekolah percontohan. Selain itu, mendata para pedagang di luar pagar sekolah dan menghidupkan kembali kantin-kantin sekolah, pihak sekolah juga harus mengintervensi para pedagang makanan agar menyajikan makanan yang sehat," ungkap Joko saat memimpin rapat mengenai antisipasi dampak jajanan makanan dan minuman di Lingkungan Sekolah di ruang rapat Setda, Jumat (17/2/2017).

Joko yang juga Asisten Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel mencontohkan bahaya anak sekolahan yang mengkonsumsi jajanan sembarangan.

"Pernah terjadi peristiwa siswa yang keracunan akibat mengkonsumsi jajanan di luar pagar sekolah. Bahkan, pernah terjadi hingga mengakibatkan siswa harus melakukan cuci darah. Ketika berobat gratis yang digulirkan pemerintah Sumsel, ada kejadian cuci darah yang dialami anak SD dan SMP dan salah satu penyebabnya adalah jajanan di luar pagar sekolah, dan bahkan ada siswa yang keracunan," katanya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help