Meski Anggaran Dipangkas Rp 1,6 T, Ishak Mekki Optimis LRT Rampung Sesuai Target

Nilai proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya Tbk tersebut turun menjadi Rp 10,9 triliun dari perjanjian kontrak sebelumnya sebesar Rp 12,5 trili

Meski Anggaran Dipangkas Rp 1,6 T, Ishak Mekki Optimis LRT Rampung Sesuai Target
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pengerjaan proyek LRT di Kota Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Nilai kontrak proyek prasarana kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang mengalami perubahan.

Nilai proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya Tbk tersebut turun menjadi Rp 10,9 triliun dari perjanjian kontrak sebelumnya sebesar Rp 12,5 triliun.

Perubahan nilai kontrak tersebut dilakukan oleh Kementerian Perhubungan lewat penandatangan Adendum Kontrak 1 yakni nilai proyek LRT Palembang pada Kamis (16/2/2017).

Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Kereta Api Ringan/LRT, Suranto dengan Kepala Divisi 1 Waskita, Joko Herwanto.

LRT Palembang justru secara penuh akan didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ir H Ishak Mekki MM tetap optimistis pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang masih tetap berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Pernyataan mantan Bupati OKI dua periode ini menyikapi adanya pemberitaan perubahan nilai kontrak proyek prasarana kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang yang mengalami penurunan Rp 1,6 triliun.

"Walaupun dana dipotong saya yakin dapat diatasi oleh pihak swasta dan selesai sesuai target," ungkap Ishak Mekki, Jumat (17/2/2017).

Wakil Gubernur Sumsel, Ir H Ishak Mekki MM
Wakil Gubernur Sumsel, Ir H Ishak Mekki MM (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Menurut Ishak yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini, kondisi anggaran Sumsel yang sulit saat ini juga tidak terlalu berpengaruh dengan adanya pembangunan LRT dikarenakan dananya secara penuh ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, suami Hj Tartilah ini menyebut, jika terjadi kekurangan dana sedikit dan pemerintah daerah masih bisa mengatasinya, maka pembangunan LRT masih akan tetap dilakukan.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help