SriwijayaPost/

Hakim yang Sidangkan Kasus Penistaan Agama Ahok Meninggal Dunia

Suasana duka begitu kentara menyelimuti kediaman Joseph Veleks Rahantoknam salah satu hakim yang ditugaskan dalam persidangan perkara dugaan penistaan

Hakim yang Sidangkan Kasus Penistaan Agama Ahok Meninggal Dunia
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Suasana rumah duka Joseph Veleks Rahantoknam, di Perum Depkes Blok C-4/17-18, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, sebelum pemakaman, Kamis (16/2/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Azka Ramadhan

SRIPOKU.COM, MAGELANG - Suasana duka begitu kentara menyelimuti kediaman Joseph Veleks Rahantoknam, di Perum Depkes Blok C-4/17-18, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, jelang pemakaman jenazah hakim senior itu, pada Kamis (16/2/2017).

Seperti yang telah diketahui bersama, nama Joseph sempat menyita perhatian khalayak, setelah didapuk menjadi salah satu hakim yang ditugaskan dalam persidangan perkara dugaan penistaan agama, dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok.

Tampak, deretan karangan bunga ucapan belasungkawa, berjajar rapi di depan rumah duka, seperti dari Ikahi cabang PN Jakarta Utara, Alumni UKSW 82, PN Jakarta Utara, Ikahi PN Niaga PHI Tipikor, Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia, hingga Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta, Daming Sunusi.

"Pak Joseph dikenal baik oleh warga, meski belakangan ini memang jarang pulang ke Magelang. Tapi, warga pada tahu kalau Pak Joseph menjadi salah satu hakim yang menyidangkan kasus Ahok," kata Tabah Riyadi, salah satu tetangga almarhum, saat melayat kemarin.

Fitri Astuti (20), yang merupakan anak semata wayang Joseph, tampak begitu tegar mengisahkan riwayat penyakit yang diderita bapaknya sebelum meninggal dunia. 

Disinyalir, ia meninggal karena pembengkakan liver yang sudah dideritanya selama beberapa waktu.

"Sudah sejak Desember lalu bapak mengeluh demam, tapi sama sekali tidak mau diperiksakan ke dokter. Katanya, cukup tidur dan minum teh anget saja bisa sembuh. Tapi, semakin lama demamnya semakin parah, tambah panas dingin juga badannya," katanya.

Gadis yang kini yang masih tercatat sebagai mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) tersebut menambahkan, baru sekitar dua minggu lalu Joseph dirawat di RS Royal Progress Sunter, sebelum akhirnya dipindahkan di ICU RSCM, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir, pada Rabu (15/2/17) malam.

"Sejak masuk rumah sakit, saya terus temani bapak di Jakarta, karena ibu juga sudah meninggal dunia tahun 2014 lalu, karena kanker rahim," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help