Dua Bhayangkara Polres OI Dipecat, Ini Kasusnya

Terlibat Kasus narkoba dan melarikan tahanan dari sel,dua anggota Polres Ogan Ilir dipecat dari kesatuannya.

Dua Bhayangkara Polres OI Dipecat, Ini Kasusnya
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Dua personil Polwan Polres Ogan Ilir dikawal Provost nampak memegang bingkai photo dua personil Polres OI yang resmi dipecat tidak dengan hormat dalam upacara PTDH yang berlangsung di Mapolres OI. 

SRIPOKU.COM,INDERALAYA--Akibat tersandung kasus narkoba dan melakukan tindakan kelalaian dengan melarikan tahanan dari sel Polres Ogan Ilir (OI).

Dua anggota Polres OI dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat dari kesatuannya.

Proses PTDH tersebut dilakukan dalam bentuk upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres OI AKBP M Arif Rifai di lapangan Mapolres OI, Jumat (17/2).

Hanya saja kedua bhayangkara pecatan Polres OI itu tidak hadir, hanya foto gambar dalam bentuk bingkai dibawa oleh dua anggota Polwan yang dikawal dua Personil Provost.

Dua personil Polres OI yang dipecat tersebut yakni Musyadi dengan pangkat Brigadir melanggar pasal 12 ayat 1 huruf a PP No 1 Tahun 2013 dan pasal 7 ayat 1 huruf b Perkab No 14 Tahun 2011.

Kemudian Dely Okvianto dengan pangkat Brigadir melanggar pasal 7 ayat 1 huruf b dan pasal 11 huruf b serta pasal 13 ayat 1 huruf f Perkab Kapolri No 14 tahun 2011.

Selain memecat dua personil, pada gelar upacara juga dilakukan pemberian penghargaan kepada 35 personil Polres OI yang telah menunjukkan prestasi kinerjanya dalam mengungkap kasus, seperti petugas satlanas berhasil mengungkap kasus 365.

Kemudian Kapolres OI AKBP M Arif Rifai juga memberikan penghargaan kepada Kapolsek yang berhasil menekan dan mengungkap kasus, termasuk Kapolsek yang kurang berhasil mengungkap kasus dengan diberikan bendera dengan lambang tengkorak.

‘’Untuk pemberhentian dua personil Polres yang dipecat dengan tidak hormat sudah melalui prosedur dan mekanisme, putusan sidang komisi kode etik profesi Polri. Keduanya telah melakukan tindak pidana terlibat kasus sabu dan salah satunya melakukan tindakan melarikan tahanan,’’ terang AKBP M Arif Rifai.

Selain itu lanjut Kapolres, ada 35 personil Polres diberikan penghargaan termasuk Kapolsek yang berhasil menekan dan mengungkap kasus juga diberikan penghargaan sebagai bentuk penghargaan kinerja mereka dalam upaya menumbuhkembangkan, termasuk memberikan motivasi yang lainnya .

‘’Untuk Kapolsek yang kurang berhasil menekan dan mengungkap kasus dengan skor terendah, kita berikan bendera berlambang tengkorak, yakni Kapolsek Tanjung Batu, sedangkan penghargaan tertinggi diberikan kepada Kapolsek Pemulutan,’’ tukas Kapolres.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help