Banyuasin Butuh Diklat Bina Nelayan Tangkap Jadi Budidaya

Masih Belum maksimalnya pembinaan dinas terkait Kabupaten Banyuasin terhadap nelayan membuat potensi hewan air seperti udang petak membuat nelayan leb

Banyuasin Butuh Diklat Bina Nelayan Tangkap Jadi Budidaya
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Sukardi SP Anggota DPRD Banyuasin yang juga Ketua KTNA Banyuasin 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Masih belum maksimalnya pembinaan dinas terkait Kabupaten Banyuasin terhadap nelayan membuat potensi hewan air seperti udang petak membuat nelayan lebih memilih mengekspornya.

Terkait dengan itu anggota DPRD Kabupaten Banyuasin asal Dapil II (termasuk daerah perairan Sungsang), Sukardi SP menyatakan perlunya Pemkab Banyuasin memfasilitasi Balai Penelitian, sekolah alam atau sejenisnya untuk dijadikan tempat Diklat bagi nelayan perairan Kabupaten Banyuasin.

"Atas nama KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Banyuasin, kita punya mimpi besar agar ada Balai Penelitian, sekolah alam atau sejenisnya untuk dijadikan tempat Diklat bagi nelayan perairan Kabupaten Banyuasin," ungkap Sukardi yang juga Ketua KTNA Banyuasin, Sabtu (11/2/2017).

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Banyuasin mengakui pembinaan dinas perikanan selama ini masih belum maksimal.

"Dinas perikanan pembinaan selama ini cenderung ke nelayan tangkap memberikan bantuan jaring seperangkat, pompong nelayan yang GT 3 hingga GT 7. Saya juga tidak menyalahkan ketika nelayan bilang belum tersentuh maksimal karena arahnya ke budidaya. Kebetulan KTNA memberi masukan ke Pemkab agar tidak hanya fokus ke nelayan tangkap. Tapi bagaimana caranya pembinaan nelayan supaya menjadi nelayan budidaya. Mengingat risiko cukup tinggi," jelas Sukardi.

Menurut Sukardi yang lulusan D3 APP (Akademi Penyuluhan Pertanian) Bogor dan Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Syakyakirti ini, seperti diketahui nelayan tangkap harus menghadapi risiko antara lain jika datang angin barat akan sulit melaut. Begitu juga risiko jika terjadi kecelalaan.

Sementara dengan melakukan budidaya, nelayan bisa bekerja tidak perlu jauh dari tempat tinggal dan terhindar risiko.

"Saya sudah kasih masukan. Hanya saja baru masih perorangan. KTNA siap bekerjasama membantu pemerintah untuk membina nelayan di pinggir pantai sehingga dari sisi pendapatan lebih pasti. Memang pemerintah agak perlu bekerja keras memberikan bimbingan teknis, pembinaan dari nelayan tangkap menjadi nelayan budidaya memelihara ikan, udang maupun kepiting," kata Sukardi yang juga anggota Komisi III DPRD Banyuasin. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved