Mahasiswa Tergabung Dalam HMI OKU Timur Tanam Padi di Jalan Provinsi

Mahasisa yang tergabung dalam HMI OKU Timur menanam padi di lubang jalan provinsi sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan.

Mahasiswa Tergabung Dalam HMI OKU Timur Tanam Padi di Jalan Provinsi
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang OKU Timur menggelar aksi protes dengan menanam padi di sejumlah lubang ruas jalan provinsi Kabupaten OKU Timur di wilayah Belitang Selasa (31/1). 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang OKU Timur menggelar aksi protes dengan menanam padi di sejumlah lubang ruas jalan provinsi Kabupaten OKU Timur di wilayah Belitang Selasa (31/1).

Para mahasiswa tersebut memprotes lambannya pembangunan jalan provinsi yang kerusakannya sudah sangat parah dan terjadi sejak beberapa tahun lalu.

Kerusakan jalan Provinsi dinilai sudah menyebabkan sejumlah pengendara mengalami kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan masyarakat mengalami kerugian karena sulitnya mengangkut hasil bumi.

Ketika dikonfirmasi Selasa (31/1) Ketua Umum HMI Cabang OKU Timur Irwan Setiardi mengatakan, dalam aksi damai tersebut mereka menuntut pemerintah daerah untuk melakukan percepatan perbaikan Infrastruktur.

Terutama koordinasi dalam perbaikan jalan provinsi akan dilakukan secepatnya mengingat kerusakan jalan provinsi yang terjadi di OKU Timur cukup parah layaknya kolam pemandian kerbau.

“HMI Cabang OKU Timur meminta Pemerintah Kabupaten OKU Timur agar apa yang menjadi tuntutan masyarakat dapat di sampaikan ke pemerintah provinsi untuk segera melakukan perbaikan jalan di OKU Timur,” katanya.

Selain itu kata dia, HMI juga melakukan pengumpulan petisi berupa tandatangan masyarakat yang menuntut dan mendesak percepatan perbaikan jalan di OKU Timur yang sudah seperti kubangan kerbau.

“Kita berharap kepada pemerintah daerah maupun provinsi segera melakukan apa yang menjadi tangung jawabnya. Salah satunya segera melakukan pembangunan jalan Provinsi di OKU Timur, namun kita akan menolak jika pembangunan tersebut hanya tambal sulam,” katanya.

Saat perbaikan dilakukan lanjut dia, pemerintah juga diminta untuk melakukan pengawasan sehingga pembangunannya benar-benar dilaksanakan sesuai dengan SOP.

HMI juga mengancam akan kembali menggelar aksi kembali jika tidak segera direalisasikan dengan mengumpulkan seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk kembali turun ke jalan pada 15 Februari 2017 mendatang.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help