Kompak Mengawal Sumsel Bebas Asap

Target pemerintah yaitu untuk ke depannya tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan atau Zero Fire.

Kompak Mengawal Sumsel Bebas Asap - karhutla_20170201_113014.jpg
Humas Sinarmas
Kompak Mengawal Sumsel Bebas Asap - karhutla-2_20170201_113113.jpg
Humas Sinarmas

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kebakaran hutan & lahan merupakan bencana lingkungan yang harus dicegah sedini mungkin, sehingga perlu langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan kebakaran hutan & lahan.

Kolaborasi yang harmonis telah tercipta antara Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, TNI, Polri dan Perusahaan Swasta untuk terus mengawal Sumsel Bebas Asap.

Minggu lalu, Mitra Sinar Mas Forestry yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri dimana wilayah kerjanya barada di Kabupaten OKI yaitu PT Bumi Mekar Hijau, PT SBA Wood Industries dan PT Bumi Andalas Permai telah melakukan kegiatan patroli udara bersama dengan instansi terkait yaitu Danramil Selapan - Cengal Kapten Djainuri, Kapolsek Air Sugihan AKP Irawan Sidik, Kepala UPTD PKLH Dishut Sumsel Achmad Taufik,S.H, M.M. dan Kepala BPBD OKI Azhar, S.E. Patroli tersebut dalam rangka upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan produksi dan hutan lindung.

Patroli udara yang telah dilakukan beberapa kali dengan pihak pemerintah merupakan bagian dari salah satu bentuk kesepakatan untuk menjamin tidak adanya titik api di wilayah Sumsel khususnya OKI yang merupakan daerah rawan terjadinya kebakaran, serta memantau areal rawan di perbatasan konsensi yang menjadi wilayah produksi Mitra Sinarmas Forestry.

Kolaborasi yang dilakukan bersama pemerintah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo dalam hal mengenai bencana kebakaran hutan dan lahan khususnya di areal-areal yang dinilai memiliki tingkat kerawanan bahaya kebakaran.

Target pemerintah yaitu untuk ke depannya tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan atau Zero Fire.

Strategi dan deteksi dini juga telah dilakukan oleh Perusahaan dengan melakukan pemantauan cuaca menggunakan Automatic Weather Station (AWS).

Perusahaan juga menggandeng desa-desa yang ada di sekitar konsesi melalui program CSR yaitu pembentukan Desa Makmur Peduli Api (DMPA), dan merekrut pemuda-pemuda desa untuk menjaga areal desa dan perbatasan dengan konsesi melalui Masyarakat Peduli Api (MPA).

Tidak hanya itu saja, Perusahaan melakukan pemantauan hotspot selama 24 jam di ruangan khusus yang diberi nama Situation Room.

Apabila terdeteksi hotspot di areal konsesi maupun diluar konsesi dengan jarak maksimal 5 km, team RPK dengan gerak cepat melakukan verifikasi ke lapangan guna memastikan informasi hotspot tersebut dengan membawa peralatan lengkap untuk pemadaman.

Penulis: Ahmad Sadam Husen
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help