Jejak kaki Jadi Pertanda Kaburnya Napi di Nusakambangan

Aparat yang bertugas memburu dua narapidana Lapas Kelas I Batu menemukan jejak kaki di Nusakambangan.

Jejak kaki Jadi Pertanda Kaburnya Napi di Nusakambangan
tribunjateng/khoirul muzaki
Polres Cilacap meningkatkan kegiatan patroli menyusul lepasnya dua orang nara pidana dari lapas Nusakambangan. 

SRIPOKU.COM,SEMARANG - Aparat yang bertugas memburu dua narapidana Lapas Kelas I Batu menemukan jejak kaki di Nusakambangan.

Muncul dugaan jejak tersebut berasal dari pelarian keduanya.

Syarjani Abdullah dan M Husein kabur dari Lapas Batu, Sabtu (21/1/2017).

Petugas memang terus memburu dua narapidana narkoba tersebut.

"Tadi kami temukan jejak berupa telapak kaki. Masih didalami kepolisian yang membawa anjing pelacak tapi belum membuahkan hasil," ujar Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Bambang Sumardiono, Selasa (24/1/2017).

Menurutnya, temuan jejak itu menghasilkan kesimpulan bahwa kedua narapidana masih berada di dalam pulau.

Di sisi lain, hasil rekaman kamera CCTV di Pelabuhan Wijaya Pura tak menemukan keberadaan napi yang kabur tersebut.

Aparat pun mengimbau nelayan yang mencari ikan di sekitar Nusakambangan agar melaporkan orang yang dianggap mencurigakan.

"Para nelayan memang diperbolehkan mencari ikan di dekat Nusakambangan. Kami terus menyosialisasikan kepada mereka mengenai foto dan ciri-ciri napi yang kabur," terangnya.

Bambang berharap masyarakat langsung memberi informasi bila menemukan orang yang dianggap mencurigakan.

Di sisi lain, dia membenarkan tentang razia yang dilakukan BNNK Cilacap dan jajaran Polres Cilacap di Lapas Kelas IIB Cilacap.

Penggeledahan itu menemukan laptop, modem, dua unit tablet, gunting, dan beberapa televisi di dalam sel.

"Tadi memang ada operasi sekaligus tes urine di Lapas Cilacap. Dengan adanya temuan itu, kami akan proses siapa pun yang terlibat," tandasnya. (*)

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help