SriwijayaPost/

Biadab! Begini Cerita Piluh dari Fadlly, Korban Pengeroyokan Puluhan Anggota Satpol PP

Karena layarnya gelap kalau kena sinar matahari, saya tutup layarnya dari atas supaya bisa baca SMS.

Biadab! Begini Cerita Piluh dari Fadlly, Korban Pengeroyokan Puluhan Anggota Satpol PP
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Korban pengeroyokan oleh oknum anggota Satpol PP saat menjalani perawatan di RSI Siti Khadijah Palembang, Senin (23/1/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Empat hari pasca pengeroyokan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang persisnya pada Jumat (20/1/2017) sekitar pukul 09.30 lalu, hingga saat ini, Senin (23/1/2017), Raden Mas Fadlly (41), masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Khadijah Palembang.

Meskipun sudah tidak diimpus, namun warga Jalan Mayor Ruslan Lorong Teknik No 78 RT 31/8 Kelurahan Duku Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang ini mengaku masih mengalami sakit di bagian kepala belakang dan dada.

Saat ditemui di Ruang Marwah Nomor 8, Fadlly, menduga ia menjadi korban pengeroyokan oleh lebih dari 20 oknum Satpol PP tersebut, karena disangka hendak memotret atau merekam kejadian penertiban yang berujung bentrok dengan pedagang kaki lima dan tukang becak di Pasar 26 Ilir Palembang.

Dikatakan warga yang sehari-hari berjualan gorengan di Simpang Golf Palembang itu, saat kejadian ia tengah menunggu istrinya, Marina Sari (38) belanja di Pasar 26 Ilir Palembang bersama anak bungsunya yang berusia tiga tahun menunggu di dekat motor tidak jauh dari Raden Mart.

"Waktu itu ada SMS masuk ke ponsel saya, saya ambil ponsel dari saku. Karena layarnya gelap kalau kena sinar matahari, saya tutup layarnya dari atas supaya bisa baca SMS. Mungkin itu saya dikira mau merekam bentrokan itu, lalu tiba-tiba saya dipukul salah satu anggota berseragam Satpol PP itu," jelasnya.

Setelah dipukuli sekali tersebut, dikatakan, ia pun kaget dan melarikan diri sambil menjelaskan kalau dirinya bukan termasuk yang ikut bentrok.

Namun, ternyata itu tidak dihiraukan dan oknum Satpol PP yang mengejarnya malah bertambah banyak.

Karena kelelahan berlari sambil dipukuli, ia pun menyerah sambil berjongkok melindungi badannya.

"Puluhan oknum Satpol PP itu malah menghujani saya dengan pukulan bertubi-tubi dan saat saya terkapar, bukannya puas, oknum Satpol PP itu juga malah menginjak-injak saya yang sudah tak berdaya," terangnya.

Padahal, dikatakan, saat itu istrinya, Marina Sari dan anaknya yang melihat aksi tersebut sempat berteriak dan untuk menghentikan namun, para oknum tersebut tak menghiraukannya dan baru berhenti setelah dilerai oleh anggota Satpol PP lainnya.

Halaman
123
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help