Home »

Techno

» News

Kemenkominfo Cabut Blokir Bigo Live

Bigo diblokir karena berisi konten negetif. Kemenkominfo melakukan pemblokiran pada DNS yang digunakan oleh Bigo sejak November 2016.

Kemenkominfo Cabut Blokir Bigo Live
Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com
Kantor Bigo Live di Indonesia 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Bigo Live Indonesia sempat diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Namun, blokir tersebut saat ini telah dicabut. Pengguna sudah kembali mengakses layanan tersebut melalui perangkat apapun.

“Blokir kami sudah dibuka per hari ini, Jumat (13/1/2017), sejak pukul 8.33 pagi tadi,” ujar Country Manager Bigo Live Indonesia Steven Zhang saat ditemui KompasTekno di kantornya, di Jakarta.

Sebelumnya, Bigo diblokir karena berisi konten negetif. Kemenkominfo melakukan pemblokiran pada DNS yang digunakan oleh Bigo sejak November 2016.

Marketing Director Bigo Global Teng Yee Kiong menambahkan, pemblokiran tersebut dicabut karena Bigo sudah memenuhi syarat yang diminta oleh Kemenkominfo. Syaratnya terdiri dari membuka kantor perwakilan di Indonesia, mempekerjakan tenaga kerja lokal, dan menghapus konten negatif.

Saat ini, Bigo sudah resmi mendirikan kantor perwakilan di Indonesia dan mengantongi izin Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) dari Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM).

Kiong menyatakan, status KPPA tersebut rencananya akan ditingkatkan menjadi perusahaan lokal. Saat ini perusahaan tengah mengurus persyaratan yang dibutuhkan untuk meningkatkan statusnya itu.

Punya tim pemantau

Dengan dibukanya kantor Bigo di Indonesia, layanan aliran video itu juga telah membentuk tim pemantau konten negatif. Tim tersebut terdiri dari 30 orang pegawai. Tugasnya memantau dan blokir pemilik konten yang memamerkan pornografi, minuman keras, dan rokok dalam video.

“Kalau kemarin kan tim Kemenkominfo tidak bisa berkomunikasi dengan kami, sekarang kami sudah mendirikan kantor jadi kalau ada yang perlu dikoordinasikan bisa menemui kami,” ujar Kiong.

“Tim pemantau konten negatif di sini juga bekerja 24 jam setiap hari, kami atur berdasarkan shift. Kemudian mereka juga dibantu dengan artificial intelligence yang mengidentifikasi konten pornografi,” pungkasnya.

penulis : Yoga Hastyadi Widiartanto

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help