AKBP Hari Brata ‎Dianugerahi Gelar Tumenggung Menang oleh Suku Kubu

Alhamdulillah, sore ini sayo dengan rombongan disambut dengan meriah oleh sanak-sanak (saudara-saudara-red). Sayo datang ka siko

AKBP Hari Brata ‎Dianugerahi Gelar Tumenggung Menang oleh Suku Kubu
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Kapolres Musirawas AKBP Hari Brata dianugerahi Tumenggung Menang oleh Suku Anak Dalam yang bermukim diwilayah Desa Mandiangin Kecamatan Rawasilir. Tampak tetua adat SAD, Nurhayati, menyerahkan tongkat kepada kapolres saat berkunjung kelokasi,Jumat (13/1/2017) petang. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Suku Anak Dalam (SAD) atau yang dikenal Suku Kubu yang bermukim di wilayah Desa Mandiangin Kecamatan Rawasilir Kabupaten Muratara‎, menganugerahi gelar "Tumenggung Menang" kepada Kapolres Musirawas AKBP Hari Brata.

Penganugerahan gelar sebagai Tumenggug Menang yang berarti pemuka yang dihormati ini diberikan oleh Tetua Adat Suku Anak Dalam, Nurhayati, ketika kapolres didampingi Kapolsek Rawasilir Iptu Fajri Anbiyaa, mengunjungi pemukiman SAD, Jumat (13/1/2017) petang.

Penganugerahan gelar ini diberikan sebagai bentuk penghormatan Suku Anak Dalam kepada kapolres, seorang yang dianggap sebagai petinggi mau mengunjungi mereka yang jauh dari peradaban.

Apalagi sebelumnya, anggota Polsek Rawasilir, sudah menjadi bagian dari Suku Anak Dalam di wilayah setempat.

Karena, anggota babinkamtibmas Polsek Rawasilir selama ini secara sukarela masuk ke pemukiman dan mengajari anak-anak Suku Anak Dalam membaca, menulis dan berhitung.

Sehingga anggota Polri sudah tidak asing lagi bagi anak-anak SAD dan sudah dianggap sebagai keluarga.

Prosesi penganugerahan gelar Tumenggung Menang ditandai dengan pemberian tongkat kayu berlapis kulit kayu terap (kulit kayu yang menjadi bahan pakaian SAD), oleh tetua adat di awal kunjungan tersebut.

"Bapak kapolres, kami beri gelar Tumenggung Menang," ujar Nurhayati  sembari menyerahkan tongkat kehormatan SAD yang diterima dengan suka cita oleh AKBP Hari Brata.

Usai prosesi penganugerahan gelar, kapolres beserta rombongan disambut oleh dua pendekar Suku Anak Dalam, dengan suguhan bela diri Kuntau.

Bela diri khas Suku Anak Dalam, yang tetap dipertahankan sampai kini.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help