SriwijayaPost/

Sejak Ilegal Fishing Diberantas, Warga Merasakan Lebih Mudah Dapat Ikan Besar

"Manfaat positif dari program pemberantasan ilegal fishing sekarang ini dapat dirasakan masyarakat yakni mudah untuk mendapatkan ikan besar.

Sejak Ilegal Fishing Diberantas, Warga Merasakan Lebih Mudah Dapat Ikan Besar
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Tampak ikan Baung dengan berat sekitar 20 kg, hasil tangkapan di sungai Rawas, diserahkan masyarakat kepada pihak Polres Musirawas, saat acara di Polsek Karangdapo, Jumat (13/1/2017)

SRIPOKU.COM, MURATARA - ‎Camat Karangdapo Kabupaten Muratara Kasir Masuli menyatakan, sejak praktek ilegal fishing diberantas dalam setahun belakangan ini, biota sungai, khususnya ikan mulai berkembang biak secara alami tanpa gangguan.

Saat ini, jumlah ikan di sungai mengalami peningkatan dan pertumbuhannya cukup baik. Sehingga, sudah bisa dijumpai ikan-ikan berbagai jenis dengan bobot yang cukup besar.

"Manfaat positif dari program pemberantasan ilegal fishing sekarang ini dapat dirasakan oleh masyarakat.‎ Sekarang kami mudah untuk mendapatkan ikan besar. Sebelum aktifitas ilegal fishing diberantas, mau cari ikan sebesar lengan saja susah," ungkap Kasir Masuli, saat tatap muka dengan Kapolres Musirawas AKBP Hari Brata yang berkunjung ke Mapolsek Karangdapo, Jumat (13/1/2017).

Dikatakan, selama ini aktifitas ilegal fishing di Sungai Rawas dan anak-anak sungai lainnya, sangat marak. Baik dengan cara penyetruman, racun ikan, sehingga sangat berdampak pada berkurangnya populasi ikan secara besar-besaran. Namun sekarang tidak ada lagi aktifitas ilegal fishing.

"Kalau sekarang, masyarakat banyak bisa mendapatkan ikan di sungai dengan cara yang dibenarkan. Kalau dengan ilegal fishing, seperti penyetruman, racun ikan, itu yang diuntungkan‎ hanya sekelompok orang, oknum, bukan masyarakat," ujarnya.

Selain menyinggung soal pemberantasan ilegal fishing, Kasir Masuli juga menyoroti‎ soal maraknya peredaran narkoba.

Ia meminta dukungan dari kepolisian, untuk program pemberantasan narkoba. Terutama dalam hal pesta malam yang melebihi batas. Sebab, pesta malam menjadi salah satu ajang peredaran narkoba.

"Untuk pesta malam itu, dibatasi sampai jam 23.00 malam. Tapi, kadang sampai pagi. Ini kami perlu dukungan semua pihak, mulai kades, masyarakat, dan Polri maupun TNI," katanya.

Menanggapi hal ini, Kapolres Musirawas AKBP Hari Brata mengatakan, mendukung adanya program pemberantasan ilegal fishing.

Menurutnya, dalam rangka menjaga keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) ada tiga pilar Kamtibmas, yaitu kades, babinsa, dan bhabinkamtibmas. Semuanya harus bersinerji, dan bisa saling sharing berbagi informasi, untuk menjaga kamtibmas.

"Untuk narkoba, ayo himbau dulur kita dulu agar jauhi narkoba. Kasih tau dampaknya, kalau nyandu lalu maling barang di rumah. Habis itu rampok ke jalan. Kemudian soal hiburan malam, itu memang bukan membawa kebaikan, tapi lebih banyak mudaratnya," kata AKBP Hari Brata.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help