Lifestyle

Baju Kodok di Era 90an Ngehits kembali

Mahasiswi 20 tahun ini memiliki baju kodok yang bawahannya berbeda-beda. Ada yang menyerupai hot pants, rok, hingga celana panjang.

Baju Kodok di Era 90an Ngehits kembali
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Baju kodok yang saat ini tengah digandrungi perempuan di Palembang. 

SRIPOKU.COM -- Baju kodok bukanlah fesyen terbaru di kalangan perempuan, terhitung sudah muncul di akhir 1990an.

Namun, baju yang sifatnya terusan itu kini kembali trend di kalangan remaja hingga perempuan dewasa. Jenisnya pun kian beragam sehingga bisa dikoleksi sesuai selera.

Seperti yang dikatakan Nisa, mahasiswi 20 tahun ini memiliki baju kodok yang bawahannya berbeda-beda. Ada yang menyerupai hot pants, rok, hingga celana panjang.

"Kalau yang untuk santai, biasanya memakai baju kodok hot pants. Yang lainnya paling dikenakan saat jalan-jalan," kata Nisa, Senin (9/1).

Jika Nisa memiliki baju kodok yang berbeda di bagian bawahannya, tak demikian dengan Ayu. Cewek berusia 23 tahun ini memiliki baju kodok yang berbahan jeans ada pula yang berbahan dasar. Keduanya ia kenakan saat sedang jalan sama teman atau kepentingan informal lainnya.

"Koleksinya cukup banyak di rumah, bahkan ada yang hilang. Sampai sekarang masih sering dikenakan," kata Ayu.

Baju kodok, oleh sejumlah perempuan di Palembang, dikenakan saat santai. Baju ini dinilai sangat cocok untuk mereka yang tidak ingin ribet dalam berpakaian.

Bajunya yang bersifat lembut membuat si pemakai bisa nyaman bergerak.

Bella, salah satu penyuka baju kodok, mengatakan mengenakan baju ini bisa dipadukan dengan kaos apapun. Saat dipakai berjalan, tidak terasa berat karena bahannya yang lembut.

"Penampilan juga oke kok karena baju kodok sekarang banyak yang didesain dengan gaya trendi. Warnanya juga macam-macam, jadi bisa dipilih sesuai selera," kata Bella.

Enny juga merasakan kenyamanan begitu mengenakan baju kodok. Ia lebih suka dengan baju kodok yang terbuat dari bahan dasar, atau yang dikenal dengan sebutan jumpsuit.

"Kalau pergi buru-buru, cukup pakek baju kodok karena tidak ribet. Lagian bisa dipadukan dengan baju kaos lainnya," kata Enny.

Penulis: Refli Permana
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help