Pembunuh Anggota Brimob Ini tak Berkutik Dikepung Petugas

Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma mengungkapkan, saat dilakukan penangkapan pelaku sedang berada di depan rumahnya di Desa Sungaipinang Muaralakitan

Pembunuh Anggota Brimob Ini tak Berkutik Dikepung Petugas
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Doni,pelaku pembunuhan anggota Brimob saat diamankan polisi, Minggu (1/1/2017) 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Dipenghujung tahun 2016, tim gabungan buser Polres Musirawas dan Polsek Muaralakitan menangkap Doni (33), pelaku pembunuhan anggota‎ Satbrimob Polda Sumsel, Brigpol Barry Firman Wijaya pada 23 Januari 2015.

Warga Desa Sungaipinang Kecamatan Muaralakitan yang sudah masuk menjadi DPO itu ditangkap dikediamannya Sabtu (31/12/2016) sekitr pukul 16.30. Dua rekannya sudah ditangkap lebih dulu, yaitu Jasman (meninggal dunia) dan‎ Eing Iskandar (sudah menjalani hukuman vonis 8 tahun).

Kapolres Musirawas AKBP Hari Brata melalui Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma mengungkapkan, saat dilakukan penangkapan pelaku sedang berada di depan rumahnya di Desa Sungaipinang Kecamatan Muaralakitan.

Ketika melihat anggota turun dari mobil, pelaku langsung berlari kebelakang rumah. Tak mau kehilangan targetnya, anggota mengejar sembari memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan.

"Anggota kemudian memberikan tembakan untuk melumpuhkan, dan pelaku dapat dilumpuhkan. Selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis. Setelah itu pelaku diamankan di Mapolres Musirawas untuk penyidikan lebih lanjut," ungkap AKP Satria Dwi Dharma, Minggu (1/1/2017).

Diceritakan, aksi pengeroyokan mengakibatkan korban meninggal dunia yang dilakukan pelaku bersama dua rekannya terjadi pada 23 Jamuari 2015 sekira pukul 07.00 wib, di Portal L-41 PT Bina Sains Cemerlang di Desa Sungaipinang Kecamatan Muaralakitan.

Saat itu, korban Brigpol Barry Firman Wijaya (33), melintas di Desa Sungaipinang dengan menggunakan truk. Tiba-tiba pelaku menghadang kendaraan untuk meminta uang keamanan. Korban diminta turun dan disuruh ke pos security Portal L-41.

Korban ditemui oleh pelaku yang bernama Jasmani, sambil mengatakan "mana uang keamanan, sinikelah". Namun korban tak mau memberi, sehingga Jasmani mencoba meraih tas korban.‎

Karena korban juga tidak memberikan tas yang dibawanya, Jasmani langsung menikam perut korban bersama dua pelaku lainnya, Eing dan Doni, yang ikut memukul. Akibat pengeroyokan itu, korban akhirnya meninggal‎ dunia karena kehabisan darah.(Editor: Welly Hadinata)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved