Ini Tanda-tanda Malaikat Maut Memberitahu Ajal Anda Akan Tiba

...apa yang kau lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal di waktu yang sama; yang satu berada di ujung timur yang satu berada diujung barat,

Ini Tanda-tanda Malaikat Maut Memberitahu Ajal Anda Akan Tiba
Net
ilustrasi kematian 

SRIPOKU.COM -- Masalah kematian mutlak menjadi ketentuan Allah bagi umatnya, tapi Rasulullah SAW telah memberitahukan banyak petunjuk melalui hadist-hadistnya.

Sebagian Para Nabi berkata kepada Malaikat pencabut Nyawa.

"Tidakkah Kau memberikan aba- aba atau peringatan kepada Manusia bahwa kau datang sebagai malaikat pencabut nyawa sehingga mereka akan lebih hati - hati?".

Malaikat itu menjawab. "Demi Allah, aku sudah memberikan aba-aba dan tanda- tandamu yang sangat banyak berupa penyakit, uban, kurang pendengaran, penglihatan mulai tidak jelas (terutama ketika sudah tua). Semua itu adalah peringatan bahwa sebentar lagi aku akan menjemputnya.

Apabila setelah datang aba -aba tadi ia tidak segera bertobat dan tidak mempersiapkan bekal yang cukup, maka aku akan serukan kepadanya ketika aku cabut nyawanya:

"Bukan kah aku telah memberimu banyak aba-aba dan peringatan bahwa aku sebentar lagi akan datang? Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir, setelah ini tidak akan datang peringatan lainnya "(HR Imam Qurthubi)

Beginilah cara kerja Malaikat Maut.

Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat maut yang mempunyai dua mata diwajahnya dan dua lagi tengkuknya.

"Wahai malaikat pencabut nyawa, apa yang kau lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal di waktu yang sama; yang satu berada di ujung timur yang satu berada diujung barat, serta di tempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan dua ekor bintang melata pun akan mati?"

Malaikat pencabut nyawa berkata: "Aku akan panggil ruh-ruh tersebut, dengan izin Allah, sehingga semuanya berada diantara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku" (HR abu Nu 'aim)

Halaman
12
Editor: Ahmad Sadam Husen
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help