Tahun 2017, Wika Mulai Kerjakan Konstruksi Kereta Cepat

PT Wijaya Karya (persero) Tbk (Wika) turut ambil bagian dalam pembangunan kereta cepat yang berada di bawah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Tahun 2017, Wika Mulai Kerjakan Konstruksi Kereta Cepat
Shutterstock
Kereta cepat Jepang, Shinkansen. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - PT Wijaya Karya (persero) Tbk (Wika) turut ambil bagian dalam pembangunan kereta cepat yang berada di bawah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Berita Lainnya:  Indonesia Bisa Jadi Pusat Pembangunan Gerbong dan Rel Kereta Cepat di Asia Tenggara

Dari 140 kilometer panjang pekerjaan kereta cepat, Wika telah melakukan investigasi tanah (soil investigation) sampai 300 titik dari 2.000 titik.

"Tahun depan kami langsung mengerjakan pelaksanaan pekerjaan sipil. Desain-desain secara paralel sudah siap," ujar Direktur Operasi 1 Gandhira Gutawa saat jumpa pers di Gedung Wika, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Untuk pelaksanaan konstruksi, menurut Gandhira, Wika mendapatkan seluruh porsi sepanjang 140 kilometer.

Namun, struktur yang dibangun tidak semua, melainkan hanya sampai tiang dan pengerjaan paling atas menjadi bagian China.

Perusahaan China yang memiliki saham terbesar di KCIC adalah China Railway Corporation.

"Nilai kontrak yang dikerjakan Wika sebesar 30 persen atau Rp 16 triliun," tutur Gandhira.

PT KCIC yang bertanggung jawab dalam pembangunan kereta cepat terdiri dari China dan Indonesia dengan porsi kepemilikan saham masing-masing 40 persen dan 60 persen.

Kepemilikan saham Indonesia tergabung dalam konsorsium empat Badan Usaha Milik Negara, yaitu PT Kereta Api Indonesia (persero), PT Wijaya Karya, (persero) Tbk, PTPN VIII (persero), dan PT Jasa Marga.

Komposisi penyertaan saham pada PSBI masing-masing Wijaya Karya 38 persen, KAI dan PTPN VIII sebesar 25 persen dan Jasa Marga sebesar 12 persen.

Penulis : Arimbi Ramadhiani

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help