Petani Sawit Alami Kerugian Puluhan Juta

Akibat digenangi air, kebun sawit yang berumur 6 bulan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Petani Sawit Alami Kerugian Puluhan Juta
Tribun Sumsel
Jhon, menunjukkan ke‎bun sawitnya sudah satubulan tergenang air. 

SRIPOKU.COM.COM,PALI -- Hampir satu bulan kebun sawit warga Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, PALI terendam air dengan kedalaman mencapai 1,5 meter.
Akibat digenangi air, kebun sawit yang berumur 6 bulan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Terendamnya kebun sawit ini disebabkan curah hujan tinggi dan membuat aliran sungai Lematang meluap ke perkebunan warga.

Jhon Charter, pemilik kebun sawit mengaku sudah satu bulan sawitnya yang berumur 6 bulan terendam air dengan dengan kedalaman 1 meter sampai 1,5 meter.
Akibatnya ia mengalami kerugian material mencapai belasan juta rupiah.

"Sudah satu bulan lebih kebun sawit aku di Desa Pandan terendam air, padahal umur baru 6 bulan," kata Jhon, Senin(19/12/2016)
Diakuinya hampir empat hektare kebun sawit digenangi air, dan pasti batang sawit yang masih mudah itu membusuk dan gugur.

"Dari 4 hektare terendam banjir itu, sekitar ratusan batang sawit yang mati, kalau kerugian uang mencapai belasan juta rupiah," katanya.

Jhon berharap terendam kebun sawit miliknya, agar pemerintah melalui Dinas Pertanian mendata jumlah kebun sawit yang terendam untuk membantu bibit sawit sehingga bisa mengurangi beban petani.

"Berharap ada bantuan bibit sawit, bagi kebunnya yang terendam banjir," jelas Jhon.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DP3) PALI, Torus Simbolon belum mempunyai data real (nyata) terhadap jumlah kebun sawit yang terendam air.

"Data ada, angka real belum ada, nanti kita cari," kata Torus, ketika dihubungi melalui via handphone. Diakuinya untuk bantuan bibit sawit DP3 belum menganggarkan. Namun, untuk bibit jagung, benih padi petani yang sudah di data mendapat bantuan dari pemerintah provinsi Sumsel.

"Sawit belum ada, kecuali, benih padi, bibit jagung dan itu dibagikan pada musim tanam (April), bantuan itu dari Dinas Pertanian Provinsi Sumsel, untuk memenuhi target, kita (DP3 PALI) sekadar menyalurkan bantuan itu," jelas Torus.

Editor: wartawansripo
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help