Yusmalina Pingsan Lihat Jazad Suaminya Terbujur Kaku

Yusmalina (50) warga Desa Tanjung, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, mendadak histeris dan jatuh pingsan.

Yusmalina Pingsan Lihat Jazad Suaminya Terbujur Kaku
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Yusmalina (50) istri alm Remin yang pingsan setelah memastikan jika jasad terbujur adalah mayat suaminya Remin (57), di kamar mayat RSUD dr HM Rabain Muaraenim, Rabu (30/11). 

SRIPOKU,COM, MUARAENIM---Yusmalina (50) warga Desa Tanjung, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, mendadak histeris dan jatuh pingsan.

Pasalnya jasad yang terbujur kaku di depan matanya adalah jasad suaminya Remin (57) yang ditemukan terapung di Sungai Lematang, di Desa Tanjung, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Rabu (30/11/2016).

"Ini jela (benar) lakiku, idak salah lagi," jerit Yusmalina dan langsung jatuh pingsan dikamar mayat RSUD dr HM Rabain Muaraenim.

Menurut Sulisman (47) adik kandung korban yang didampingi beberapa keponakannya yang merupakan anak dan menantu korban, bahwa pada hari Minggu, kakaknya (korban) pergi ke kebun dengan mengendarai perahu.

Dan korban memang sudah biasa jika pergi ke kebun jarang pulang ke rumah karena sering menginap di pondok dalam kebun.

Sedangkan ayuknya (istri kakaknya) seperti biasa ke sawah dan mengurus rumah. Kemudian, istrinya ke kebun untuk menjenguk kakaknya. Ketika tiba dikebun istrinya tidak melihat kakaknya dan sempat mencari-cari ke sekeliling kebun sambil memanggil-manggil namanya namun tetap juga tidak bertemu.

Namun kecurigaan muncul ketika melihat tempat memasak nasi yang belum dimakan tetapi sudah penuh jamur.

"Kakak akutu lah masak nasi, tapi belum sempat dimakan. Diduga ia terjatuh di Sungai ketika sedang mencari ikan. Sebab kakaknya memang sebelumnya mempunyai penyakit darah tinggi," ujar Sulisman.

Setelah tidak ketemu, lalu ayuknya memberitahukan ke keluarga dan warga Desa, dan sempat dilakukan pencarian namun tetap tidak ditemukan dan akhirnya dilaporkan ke Polsek Gunung Megang.

Tidaklama kemudian, pihaknya mendapatkan kabar jika ada warga yang menemukan mayat di Sungai Lematang.

Mendengar hal tersebut lalu beberapa anggota keluarganya melakukan pengecekan di kamar mayat tetapi tidak mengenal korban sebab kondisi mayat sudah membengkak dan sebagian kulit terkelupas.

Karena ragu-ragu, akhirnya istri, anak dan dirinnya yang melihat langsung ke kamar mayat, dan ternyata benar jika mayat tersebut adalah kakaknya.

"Saya hapal dengan ciri-ciri kakak saya. Makanya dengan melihat sekali saja saya sudah tau itu jasad kakak saya. Saya ingat kukunya," ujar Sulisman.

Ditambahkan Eman (30) menantu korban, bahwa sebelumnya pada hari Sabtu, ayah mertuanya sempat ia antar berobat karena mengeluh sakit. Dan ia sudah memintanya untuk tidak dulu ke kebun, namun ternyata masih saja ke kebun.

Ikuti kami di
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help