Upah Tenaga Pendidik PAUD di Ogan Ilir Enam Bulan Belum Dibayar

Mirisnya lagi honor tutor PAUD termin keempat tahun 2015 yang juga belum dibayar terancam hangus, karena tidak ada tanda-tanda akan dibayar.

SRIPOKU.COM, INDERALAYA--Sejak enam bulan terakhir sepanjang tahun 2016 honor bagi tenaga pendidik atau tutor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ternyata belum dibayar oleh Pemkab Ogan Ilir (OI).

Mirisnya lagi honor tutor PAUD termin keempat tahun 2015 yang juga belum dibayar terancam hangus, karena tidak ada tanda-tanda akan dibayar.

Hal ini terungkap pada acara sosialisasi UU Pers yang disampaikan salah satu tutor PAUD dari kecamatan Indralaya, Selasa (29/11). Menurut sumber dari tutor tersebut, hingga saat ini belum ada rekan-rekannya yang menerima honor termin 3 dan 4 tahun 2016.

"Buktinya saya sendiri belum menerima honor tersebut," kata sumber tutor yang keberatan ditulis namanya tersebut.

Saat ini ada sekitar 1.339 tutor yang tersebar di-300 lembaga, baik Paud TK, dan Taman Asuh Anak Muslim.

"Sebelumnya teman-teman tutor selalu mempertanyakan uang lelah atau upah mengajar di PAUD mulai dari termin ke empat tahun 2015 dan termin tiga dan empat tahun 2016 yang belum dibayar," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Ogan Ilir melalui Kabid Pendidikan Luar Sekolah (Dikluspora) Drs Ambonelson MSi, mengakui hal tersebut.

Ia menjelaskan, kalau upah atau uang lelah untuk tutor di 300 lembaga khusus termin 4 tahun 2015 tidak bisa dibayarkan karena tidak termasuk hutang pokok.

Sementara untuk termin 3 dan ‎4 tahun 2016 pihaknya sedang mengajukan, dan kalaupun tidak bisa dibayarkan pihak tutor tidak bisa menuntut, karena bukan termasuk honor.

"Saya akui untuk termin 4 tahun 2015 tidak bisa dibayarkan lagi, tapi untuk termin 3 dan 4 tahun 2016 sedang kami ajukan ke BPKAD. Karena mereka tidak termasuk tenaga honor," ujar Ambonelson.

Ambonelson tidak bisa menjelaskan kenapa upah tutor itu tidak bisa dibayarkan. Dia hanya berkilah, kalaupun ada dananya setiap lembaga menerima bantuan sebesar Rp 3 juta setiap triwulannya, uang tersebut untuk upah tutor sebesar Rp.2.250.000,- dan sisanya Rp 750 ribu untuk keperluan kegiatan belajar. Misalnya ATK.

"Untuk lembaga seperti Paud ini baru bisa dibantu, bila mempunyai anak didik minimal sebelas orang, kalau kurang dari 11 orang siswanya tidak mendapat bantuan," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help