Pria Bawa Sarung Golok Mengapung tak Bernyawa di Sungai Lematang Muaraenim, Bikin Heboh

Adapun ciri-ciri lainnya yakni berjenis kelamin laki-laki, umur sekitar 35 tahun, tinggi sekitar 165 cm, rambut bergelombang.

Pria Bawa Sarung Golok Mengapung tak Bernyawa di Sungai Lematang Muaraenim, Bikin Heboh
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Mayat MR X dievakuasi oleh warga setelah ditemukan mengapung di Sungai Lematang, Kecamatan Belimbing, Muaraenim, Rabu (30/11/2016). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Warga Desa Tanjung, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, mendadak heboh.

Pasalnya warga secara tidak sengaja menemukan sosok mayat Mr X mengapung di Sungai Lematang, Desa Tanjung, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Rabu (30/11/2016) sekitar pukul 10.30.

Adapun ciri-ciri Mr X yakni berjenis kelamin laki-laki, umur sekitar 35 tahun, tinggi sekitar 165 cm, rambut bergelombang.

Kemudian memakai baju kaos lengan panjang warna biru dongker, celana training warna hitam lis putih dan membawa sarung golok.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Mr X tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh dua orang warga Desa Tanjung yakni Sahrul (35) dan Rozali (40) ketika sedang memancing ikan di Sungai Lematang.

Kedua warga tersebut, melihat ada sosok mayat yang hanyut mengapung dengan posisi tertelungkup.

Kemudian ia langsung memberitahukan ke warga desa dan beramai-ramai mengamankan mayat korban ke tepi Sungai.

Selanjutnya warga menghubungi Polsek Gunung Megang.

Mayat baru dievakuasi setelah anggota Polsek Gunung Megang bersama petugas Puskesmas Gunung Megang datang ke lokasi kejadian.

Sementara itu Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan melalui Kapolsek Gunung Megang AKP Biladi Ostin didampingi Kanistreskrim Ipda Nasron Junaidi, sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui pasti identitas mayat tersebut.

Sebab dari informasi masyarakat ada dua warga yang hilang. Namun yang baru melapor baru keluarga dari Remin (55) warga Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Muaraenim.

Menurut keluarganya, Remin pergi ke kebun dengan menggunakan perahu ketek pada hari Minggu malam, namun sampai hari ini belum pulang-pulang.

Satu lagi katanya ada warga Pagar Jati, tetapi kita belum tahu identitasnya.

"Kita sekarang menunggu kedatangan dari keluarga masing-masing untuk mengenali sendiri mayatnya. Saat ini, kita lakukaj visum dahulu," ujar Nasron di kamar mayat RSUD dr HM Rabain Muaraenim.

Ikuti kami di
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help