Jalani Sidang Perdana, Zulfikar Muharrami yang Didakwa Menyuap YAF Dikawal Barakuda

Terdakwa yang tinggal di Perum Kencana Damai Blok F Kelurahan Sukamaju Sako Palembang itu sangat jarang menatap ke arah majelis hakim tipikor

Jalani Sidang Perdana, Zulfikar Muharrami yang Didakwa Menyuap YAF Dikawal Barakuda
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Direktur CV Putra Pratama, Zulfikar Muharrami, menjalani sidang perdana di PN Tipikor Palembang, Rabu (30/11/2016). Zulfikar didakwa oleh jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memberikan uang suap kepada Yan Anton Ferdian (YAF) selaku Bupati Banyuasin non-aktif tersebut juga sesekali melipatkan kedua tangannya di depan perut. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Zulfikar Muharrami (39) lebih banyak menundukkan kepalanya ketika menjalani sidang perdana di PN Tipikor Palembang, Rabu (30/11/2016).

Direktur CV Putra Pratama yang didakwa oleh jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memberikan uang suap kepada Yan Anton Ferdian (YAF) selaku Bupati Banyuasin non-aktif tersebut juga sesekali melipatkan kedua tangannya di depan perut.

Mengenakan batik kuning, terdakwa yang tinggal di Perum Kencana Damai Blok F Kelurahan Sukamaju Sako Palembang itu sangat jarang menatap ke arah majelis hakim tipikor yang diketuai Arifin SH MH.

Ia hanya terlihat sesekali melihat ke arah pengacara ataupun pintu yang ada di sebelah kanan tempat ia duduk.

Sebelum menjalani sidang, Zulfikar yang diantar naik mobil pribadi dikawal oleh mobil barakuda yang beranggotakan aparat kepolisian.

Usai sidang, mobil barakuda kembali mengawal dengan melaju mendahului mobil yang dinaiki oleh Zulfikar.

Di kursi sidang hanya terlihat sedikit pengunjung yang diduga adalah keluarga dari Zulfikar.

Dalam persidangan, Feby Dwiyanyoesendy SH selaku salah satu jaksa dari KPK menjerat Zulfikar dengan dua pasal sekaligus, yakni pasal 5 angka 4 dan 6 UU RI No 25 tahun 99 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN dan pasal 13 UU RI No 31 tahun 1999 tentang tipikor.

Atas dakwaan ini, tidak ada pengajuan eksepsi dari pihak Zulfikar.

Dengan kata lain, sidang bisa dilanjutkan dengan pemanggilan saksi dari jaksa.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help