Jadikan Bumi Sriwijaya Basecame PSSI Sumsel Siapkan Pusdiklat Sepakbola U-17

"Diantara Suratin 17, memang usia rencanakan untuk kita siapkan, karena memang pasca itu kabupaten/kota setelah tamat SMA

Jadikan Bumi Sriwijaya Basecame PSSI Sumsel Siapkan Pusdiklat Sepakbola U-17
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Ketua Umum PSSI Sumsel Musni Wijaya 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Asprov PSSI Sumsel akan konsentrasi untuk Pembinaan usia dini, sebagai bahan baku untuk pemain muda berkualtitas. Sasaran pembinaan atau semacam Diklat (Pendidikan dan Latihan) Sepakbola ini untuk proyeksi Suratin, Porprov, Porwil dan PON.

"Diantara Suratin 17, memang usia rencanakan untuk kita siapkan, karena memang pasca itu kabupaten/kota setelah tamat SMA tidak ada kelanjutan, supaya mereka jangan kemana-mana maka kita bina di provinsi," ujar Musni Wijaya, Rabu (30/11).

Menurut Musni, sistem seleksi tetapi melalui kompetisi dan bank data dari kabupaten/kota serta kompetisi-kompetisi atau turnamen.

"Jadi kalau pun nanti hasil seleksi kalau ada kabupaten/kota yang diusulkan maka akan seleksi. Jadi sama seperti kita PON sistemnya, kalau nanti ada kabupaten/kota yang menganggap perlu seleksi lagi, maka akan kita lakukan, jadi bukan direkrut dari kompetisi tertentu, tetapi lebih kepada event-event yang digelar dan Asprov selalu menurunkan pencari bakat di sana," ujar Musni.

Dia mengatakan, nanti akan diberlakukan sisten promosi dan degrasi."Sifatnya bukan, promosi degradasi. Jadi kalau memang sekian bulan ada muncul dan baik di pertahankan tetapi kalau kurang dipulangkan," ujarnya.

Musni menambahkan, memang pasca suratin lalu, para pemain ini akan dipersiapkan untuk Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Sumsel yang akan digelar dalam waktu dekat."Jadi banyak event untuk mempersiapkan proprov di daerah masing-masing," ujar Musni.

Menurut Musni sisten degradasi dan promosi merupakan bagian dari sistem yang diterapkan, pemain harus berjuang untuk terus memperbaiki diri. Sehingga tercipta persaingan yang sehat dan kompetitif.

"Ideal dari pembinaan ini, kita berpikir agar pemain Sumsel ke depan benar-benar diberdayakan. Kita tidak ingin beli-beli pemain, tidak zaman lagi. Pembinaan lebih fokus untuk pemain muda Sumsel. Sebab ada kebanggaan sendiri pemain kita masuk tingka nasional apalagi kebutuhan SFC di depan mata, artinya tidak hilang yang kita bina paling memperkuat tim di SFC dominasi putra daerah," ujarnya.

Menurut Musni berkaca dari pembinaan pemain PON kemarin, ada ada kesan baik dan merupakan kebangaan terhadap SFC."Karena sebagian besar kurang sedikit ada putra daerah. Tetapi alhamdulillah ada 7 orang meski untuk levelnya memang saat belum masa untuk mereka mudah-mudahan kompetisi selanjutnya sudah muncul," ujarnya.

Dikatakan mantan Kadishubkominfo Sumsel ini, seleksi akan April. Namun sifatnya melihat situasi dan kondisi.

"Kita lihat mengenai waktunya, memang rencana April, namun karena informasi renovasi lapangan sepakbola untuk Asian Games2018, ini akan kita akan lihat. Rencana seleksi di Bumi Sriwijaya dan juga akan kita jadikan base camp. Tetapi jika ada rehab tentunya ini akan terjadi persoalan teknis dan kita ingin bertentangan, maka akan melihat mulai rehapnya kapan karena informasi dari Dinas mulai pada 2017," ujar Musni.

Ikuti kami di
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help