Haryadi Bingung Temukan Cek Senilai Rp 4,5 Miliar

Pelaku penipuan cek palsu dan surat berharga, sengaja melemparkan berkas itu ke rumah warga dengan menggunakan mobil pribadi.

Haryadi Bingung Temukan Cek Senilai Rp 4,5 Miliar
TRIBUNSUMSEL/ARIWIBOWO
Haryadi, menunjukkan ‎cek dan surat berharga palsu yang ditemukannya, Rabu(29/11/2016). 

SRIPOKU.COM, PALI -- Modus penipuan dengan menyebarkan sejumlah cek berjumlah miliar serta surat berharga sudah merambah di Bumi Serapat Serasan.

Para pelaku penipuan cek palsu dan surat berharga, sengaja melemparkan berkas itu, ke rumah warga dengan menggunakan mobil pribadi.

Hal ini, terekam Closed Circuit Televisi (CCTV) dari rumah warga. Kini, oknum pelaku penyebar surat palsu masih berkeliaran.

Seperti dialami Haryadi (40) karyawan rumah makan buana, yang tak jauh dari perkantoran Bupati PALI, tepatnya di Jalan Merdeka, KM 10, Kelurahan Handayani Mulia, Talang Ubi, PALI.

Ia menemukan gulung kertas dibungkus rapi, ketika sedang membuka rumah makan. Selasa (29/11) pagi.
Namun, betapa kagetnya ia ketika itu menemukan dan membuka surat keterangan tanah, surat izin usaha dan satu lembar cek bernilai Rp 4,5 miliar.

Haryadi sempat bingung dengan apa yang ditemukan. Lalu dia memberitahukan cek dan berkas berharga yang ditemukannya kepada pemilik rumah makan, selanjutnya langsung melaporkan ke Polsek Talang Ubi.

"Aku bingung sempat aku berniat menghubungi nomor telepon yang ada di kertas itu, ada niat untuk pergi ke Bank untuk mengecek keaslian cek tersebut. Setelah pikir-pikir, akhirnya aku beritahu bos dan langsung lapor polisi," kata Haryadi, Selasa (29/11/2016)

Sementara itu, Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan, melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondaes disampaikan kepala tim Riksa Bripka Arjuan langsung datang ke lokasi temuan cek dan surat berharga.

Petugas juga, meminta keterangan Haryadi, dan membuka CCTV di sekitar lokasi penemuan cek dan surat palsu itu.

"Setelah dapat laporan, petugas langsung ke TKP. Memang benar ada cek berharga ditemukan salah seorang pegawai rumah makan, diantaranya cek senilai Rp 4,5 miliar, surat izin usaha dan Surat Keterangan Tanah. Kemudian diselidiki dan membuka rekaman CCTVv. Dari rekaman CCTv berkas itu sengaja di lempar orang dari dalam mobil," ujar Bripka Arjuan.

Menurut Arjuan, modus penipuan untuk mendapatkan keuntungan dengan sengaja menebarkan lembaran cek miliar rupiah agar korban yang menemukan itu, menghubungi nomor handphone yang tertera di berkas itu.

"Modus seperti ini sudah sering terdengar, dan sekarang masuk wilayah PALI. Kepada masyarakat diimbau agar langsung melaporkan ke pihak kepolisian apabila menemukan hal seperti itu,sebelum menjadi korban penipuan," ujarnya.

Dari bukti rekaman CCTV dan keterangan saksi, lanjut Bripka Arjuan, pihaknya akan koordinasi dengan pimpinan untuk mengejar pelaku.

"Dari rekaman CCTV, diketahui kendaraan yang dipakai untuk melempar berkas ini, dan kita akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk mengejar pelaku penipuan dengan modus penyebaran cek dan surat berharga palsu," jelas Bripka Arjuan.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved