"Wonderful Indonesia" Ungguli Thailand dan Malaysia

Kenaikan anggaran pemasaran dianggap bisa berdampak terhadap sektor pariwisata Indonesia yang potensinya masih belum dieksplorasi maksimal. Menteri P

Lampungsae.com
Wonderful Indonesia. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Kenaikan anggaran pemasaran dianggap bisa berdampak terhadap sektor pariwisata Indonesia yang potensinya masih belum dieksplorasi maksimal.

Berita Lainnya:  "Wonderful Indonesia" Berdampak Positif di London

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan saat ini brand "Wonderful Indonesia" telah berada di peringkat 47 dunia dari sebelumnya 140.

Raihan itu diakui Arief mengungguli "Amazing Thailand" yang ada di peringkat 83 dan "Malaysia Truly Asia" di posisi 96.

"Ujungnya ya selain brand kita jadi naik, target wisatawan mancanegara (wisman) yang tadinya 9 juta sekarang jadi 12 juta dan tahun depan 15 juta," ucap Arief di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Adapun pertumbuhan wisman yang ditargetkan Arief adalah tiga sampai empat kali pertumbuhan ekonomi dunia.

Saat ini, rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia adalah lima persen, sehingga target pertumbuhan pariwisata Indonesia bisa 20 persen tiap tahunnya.

Sektor pariwisata sendiri saat ini memang menjadi salah satu prioritas Kabinet Kerja dan sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa puas dengan kinerja departemen pemasaran Kementerian Pariwisata dalam mengampanyekan "Wonderful Indonesia" di beberapa negara.

Jokowi menilai kampanye pemasaran sudah bekerja dengan baik karena bus-bus di Paris, London, dan juga videotron di New York Times Square mempromosikan pariwisata Indonesia.

"Saya juga sudah bilang ke Pak Menpar (Arief Yahya) untuk menambah anggaran marketing 4-5 kali dari biasanya," imbuh Jokowi saat memberikan sambutan pada Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016, Kemenpar mendapat Rp 5,4 triliun secara total atau naik dua kali lipat dari 2015 yang hanya Rp 2,4 triliun.

"Nah untuk marketing-nya juga ikutan naik dari Rp 300 miliar sekarang ini jadi Rp 1 triliun. Dana itu baru bisa membiayai iklan kami di seluruh dunia. Terakhir masih ada di New York Times Square, bus-bus double decker dan black cab London, serta di taksi-taksi di Paris," jelas Arief.

Sementara itu untuk 2017 nanti, Arief menyebutkan anggaran untuk pemasaran Kemenpar naik menjadi Rp 2 triliun.

Penulis : Ridwan Aji Pitoko

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help