Pemkab OKI Nominasi, Pemprov Sumsel Juara AMH 2016

AMH merupakan program paling bergengsi berkala tahunan yang diselenggarakan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI).

Pemkab OKI Nominasi, Pemprov Sumsel Juara AMH 2016 - amh-2016_20161121_091404.jpg
ISTIMEWA
Pemkab OKI Nominasi, Pemprov Sumsel Juara AMH 2016 - amh-2016-2_20161121_091446.jpg
ISTIMEWA

BANDUNG -- Majalah Kajang yang dikelola Humas Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kali ini hanya mampu bertahan sampai nominasi Anugerah Media Humas (AMH) 2016. Tahun sebelumnya, Humas OKI menjadi terbaik nasional kedua pada AMH 2015. “Tahun ini OKI hanya bertahan sampai nominasi. Ke depan kami akan terus berpartisipasi dengan inovasi. Selamat kepada para pemenang,” ungkap Hendra Anggara, S. S. TP, Kabag Humas Protokol Setda OKI, di dampingi Adiyanto SPd, Kasubbag Informasi dan Pemberitaan Pemkab OKI, Jumat (18/11) malam.

Sementara, majalah Info Sumsel milik Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjadi juara pertama pada ajang tahunan Bakohumas. “Benar. Pemprov Sumsel menjadi terbaik nasional pertama kategori penerbitan media internal,” ungkap Qari, Kasubbag Pemberitaan Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel, dihubungi Simbur melalui telepon selulernya.

Diketahui, AMH merupakan program paling bergengsi berkala tahunan yang diselenggarakan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) dengan mengangkat tema “Membangun Reputasi Indonesia Melalui Kerja Nyata Humas Dan Komonitas Informasi”. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 17-19 November 2016 di Hotel Harris Conventions Hall, Bandung, Jawa Barat.

Anugerah Media Humas kali ini dibuka Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriyawan. Dalam sambutannya, pria yang biasa disapa Aher inimenyatakan jika kehumasan memiliki peran yang sangat penting bagi pemerintah. “Inilah peran humas saat ini. Masyarakat tahu apa yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah, bahkan sampai ke daerah pelosok pun sudah banyak yang tahu,” ucapnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, dalam sambutannya melalui video teleconference mengatakan, tantangan kehumasan kedepan jauh lebih berat, disamping karena keterbatasan SDM dan pekembangan teknologi yang cukup pesat yang bergeser dari cetak, elektronik, dan sekarang ke online. Menkominfo mengingatkan agar Kementerian Lembaga (KL) menghilangkan ego sektoralnya dan melakukan integrasi di konteks kehumasan sehingga pemerintah bisa mempunyai jaringan yang kuat di pusat dan daerah .

“Pemerintah melalui Inpres Nomor 9 tahun 2015 mencoba untuk memperbaiki cara kerja komunikasi pemerintah. Di pusat ada 34 KL yang memiliki website yang jalan masing-masing. Namun sekarang ada space yang disediakan  untuk mendiseminasikan jika ada event nasional serta mengkomunikasi aktivitas dan pencapaian KL lainnya. Integrasi antar KL ini diperlukan agar reputasi serta kerja nyata pemerintah bisa dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik sekaligus Ketua Umum Bakohumas, Rosarita Niken Widiastuti, menyatakan bahwa pertemuan Bakohumas ini bernilai strategis. Pertemuan ini bernilai strategis, tidak semata sosialisasi kebijakan prioritas pemerintah. ”Wadah (Bakohumas) harus berkonsolidasi, bersatu menyatukan tekad, bergerak mewarnai dunia komunikasi publik,” ungkapnya.

‪Niken juga menyampaikan tujuan kegiatan Temu Bakohumas ini, sebagai upaya melakukan koordinasi, sinkronisasi, komunikasi dan meningkatkan kerjasama antar aparatur pemerintah, dalam melaksanakan Government Public Relation (GPR) untuk mendukung implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Informasi Publik.

Seperti diketahui, tujuan diselenggarakannya acara tersebut yakni untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus memberikan penghargaan atas prestasi hasil karya humas Instansi, Lembaga dan Pemerintah di seluruh Indonesia, di samping untuk menciptakan semangat kompetisi positif di lingkungan humas yang berbasis kinerja, membangun konektivitas organisasi kehumasan, baik di tingkat Pusat maupun Provinsi, Kabupaten dan Kota. Kemudian, memberikan ruang dan peluang bagi peningkatan kualitas kinerja humas untuk memperkuat peran humas pemerintah ,khususnya Bakohumas dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Anugerah Media Humas juga memberikan penghargaan kepada beberapa insan praktisi humas secara individu melalui angket yang disebarkan kepada anggota Bakohumas. Anugerah tersebut diberikan kepada tokoh kehumasan yang memiliki integritas, kemampuan berkomunikasi, cakap membangun hubungan kelembagaan dan hubungan media, yakni Boy Rafli Amar (Polri) dan Muliaman Darmansyah Hadad (OJK). (Rel)

Halaman
123
Editor: Ahmad Sadam Husen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help