Jokowi: Saya Bisa Kerahkan Kopassus. Apa Maksudnya? Ini Jawaban Presiden

Saat ditanya wartawan maksud pengerahan Kopassus, dengan diplomatis Presiden menjawab...

Jokowi: Saya Bisa Kerahkan Kopassus. Apa Maksudnya? Ini Jawaban Presiden
Biro Pers
Presiden Jokowi kunjungi Mako Kopassus. Foto Biro Pers 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Menjelang aksi unjuk rasa susulan pada Jumat (25/11/2016) mendatang, Presiden Joko WIdodo melakukan dua pertemuan yakni bersama para ulama, dan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kamis (10/11/2016).

Meski tidak menyatakan dengan jelas maksudnya, saat menyambangi markas Kopassus, Jokowi mengatakan akan mengerahkan para prajurit berkeahlian khusus ini.

“Ini adalah pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan sebagai panglima tertinggi lewat Pangab, lewat Panglima TNI untuk keperluan khusus. Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, dalam keadaan darurat, bisa saya gerakkan,” ujarnya.

Saat ditanya wartawan maksud pengerahan Kopassus, dengan diplomatis Presiden menjawab tak ada ada maksud apa-apa.

“Tidak ada. Ini Hari Pahlawan kok. Kan tadi saya bilang ada ‘kalau’,” kata Jokowi.

Begitu tiba, Presiden langsung diajak oleh Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jenderal TNI Madsuni untuk melihat satuan Kopassus dan aneka perangkat yang digunakan Kopassus saat melakukan operasi militer.

Antara lain alat untuk operasi bawah air. Presiden Jokowi sangat antusias saat melihat alat berbentuk tabung berwarna hitam itu.

Sementara pada sore hari, Jokowi bertemu para ulama terkait kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Para ulama berharap proses hukum terhadap Ahok harus berjalan secara cepat dan objektif.

“Ini supaya demo tidak terulang lagi nanti tanggal 25 November. Yang di medsos sudah sangat ramai itu, proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama harus adil dan dipercepat,” kata Ahmad Ruhiyat, pimpinan pondok pesantren At Tarbiyah, Karawang, Jawa Barat.

Halaman
123
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help