Pemuda Muaraenim Stop Angkutan Batubara dan Siap PTUN-kan SK Gubernur

Puluhan elemen pemuda bersama masyarakat Muaraenim, menyetop angkutan batubara yang melintas di jalan umum.

Pemuda Muaraenim Stop Angkutan Batubara dan Siap PTUN-kan SK Gubernur
SRIPOKU.COM/Dokumen
Tampak angkutan truk batubara melenggang bebas di jalinsum dalam Kota Muaraenim, Minggu (23/10). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Puluhan elemen pemuda bersama masyarakat Muaraenim, menyetop angkutan batubara yang melintas di jalan umum di dalam wilayah Kabupaten Muaraenim.

Diduga angkutan batubara telah melanggar aturan dan menganggu aktifitas pengguna jalan di depan terminal Kota Muaraenim, tepatnya di perbatasan Kabupaten Lahat - Muaraenim, Jumat (28/10/2016).

Dari pengamatan dan informasi di lapangan, usai menggelar Forum Group Discussion Pance Community dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88, elemen pemuda langsung menggelar aksi damai dengan membentangkan spanduk dan orasi yang intinya prihatin dengan kondisi Indonesia saat ini.

Setelah itu, sebagian elemen pemuda dan masyarakat, bergerak ke perbatasan melakukan penyetopan dan menyuruh kembali angkutan batubara tanpa kecuali terutama yang berasal dari Lahat menuju ke Muaraenim.

"Ini adalah aksi damai, dan kami sengaja memilih moment Hari Sumpah Pemuda sebagai perwujudan kebangkitan pemuda khususnya di Muaraenim," ujar tokoh pemuda Muaraenim A Nizomi SAg.

Menurut A Nizomi, pihaknya turun kali ini, dengan melakukan penyetopan angkutan batubara merupakan salah satu wujud kekecewaan terhadap SK Gubernur Sumsel yang masih memberikan izin dispensasi terhadap perusahaan transporti angkutan batubara untuk melintas di jalan umum.

Padahal dispensasi yang diberikan sudah berkali-kali, dan seharusnya jika pemerintah dan perusahaan transportir maupun pengusaha serius, tentu jalan khusus batubara sudah terwujud. Sebab semenjak keberadaan angkutan batubara, untuk Kabupaten Muaraenim lebih besar mudharatnya daripada positifnya.

Banyak sekali sisi negatifnya yang timbulkan, ujar A Nizomi, mulai dari kerusakan jalan dan jembatan, kemacetan lalulintas, lakalantas tinggi, gangguan kesehatan akibat debu dan lain-lain.

Malah sebaliknya, hanya memperkaya para pemilik modal dan oknum-oknum yang menggunakan kekuasaan dan jabatan saja.

Bila perlu tim OTT Pusat, turun tangan ke Kabupaten Muaraenim dan Lahat, tangkap para pelaku pungli angkutan batubara dan ungkap oknum-oknum pelaku di belakangnya sehingga permasalahan ini benar-benar tuntas hingga ke akar-akarnya.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help