Pemkab OKU Timur Ajukan Penambahan Kuota Gas Elpiji

"Dulu waktu belum ada SPBE gas juga sulit. Sekarang juga sama jadi apa bedanya,” keluhnya.

Pemkab OKU Timur Ajukan Penambahan Kuota Gas Elpiji
KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN
Ilustrasi: tabung Gas elpiji 3 kg. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Tingginya permintaan gas elpiji 3 Kilogram di kalangan masyarakat dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir menyebabkan ketersediaan tabung gas tersebut ditingkat pengecer kehabisan sehingga pelanggan sulit untuk mendapatkan gas elpiji.

 Fenomena yang terjadi di sejumlah wilayah di Martapura tersebut disikapi pemerintah Kabupaten OKU Timur dengan merencanakan penambahan kuota gas elpiji 3 Kilogram kepada pihak pertamina.

 Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindah) Kabupaten OKU Timur Hj Sri Inasih mengatakan, Pemkab OKU Timur berencana mengajukan penambahan kuota tabung gas 3 kilogram kepada pihak pertamina karena tingginya permintaan masyarakat setiap harinya.

 “Rencananya penambahan tersebut sebesar 30 persen dari yang beredar saat ini atau jika tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada.  Agar pemakaiannya juga tepat saasaran, hendaknya tabung gas 3 kilogram ini tidak digunakan oleh ekonomi menengah keatas,” ungkapnya.

Menurut Sri, perutukan bagi pemakaian gas elpiji 3 kilogram tersebut sudah jelas yakni untuk keluarga kurang mampu. Pihaknya akan segera mengumpulkan sejumlah agen untuk mensosialisasikan agar menjual  gas tabung 5,5 kilogram atau bright gas yang tidak disubsidi (non Subsidi).

Sejumlah pengecer tabung gas elpiji 3 kilogram di dilayah Kecamatan Martapura kerap kali mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan gas 3 kilogram tersebut. 

Kondisi tersebut selalu terjadi yang tentu saja berimbas pada pelanggan yang juga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Beberapa hari lalu saya mau membeli atau menukar tabung gas sebanyak 10 buah, namun hanya diberi oleh pihak agen sebanyak dua tabung,” ungkap husin salah satu pengecer ketika dikonfirmasi.

Kondisi tersebut kata dia, tentu saja membuat dirinya mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena terkadang ada masyarakat yang datang untuk membeli gas elipiji namun ternyata kosong.

 “Padahal sudah ada SPBE di daerah Martapura. Semestinya tidak kesulitan seperti ini. Dulu waktu belum ada SPBE gas juga sulit. Sekarang juga sama jadi apa bedanya,” keluhnya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved