Ketika Datang ke Pemakaman, Jangan Katakan 4 Kalimat Ini kepada Teman yang Sedang Berduka

“Semua pasti ada hikmahnya”. “Dia ada di tempat yang lebih baik sekarang”.

Ketika Datang ke Pemakaman, Jangan Katakan 4 Kalimat Ini kepada Teman yang Sedang Berduka
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Ketika datang ke pemakaman, kadang kita selalu dibingungkan dengan kata-kata apa yang sebaiknya dikatakan untuk bisa menenangkan teman yang sedang berduka.

Untuk menghindari mengatakan hal yang tidak semestinya, Anda harus tahu hal apa saja yang tidak boleh dikatakan.

“Semua pasti ada hikmahnya”.

Kalimat ini tidak akan membantu teman Anda menjadi lebih lega atau merasa lebih baik.

Mengatakan bahwa kematian pasangan teman Anda adalah rencana dari Tuhan bisa membuat teman merasa bahwa kepergian pasangannya ini merupakan sebuah peringatan untuk memperbaiki dirinya.

“Dia ada di tempat yang lebih baik sekarang”.

“Mengatakan hal ini bisa menimbulkan asumsi untuk yang ditinggalkan dan membuatnya merasa bahwa kehidupan yang dijalani dengan pasangannya selama masih hidup tidak membuatnya bahagia,” kata Kathleen Rehl, penulis dari buku Moving Forward on Your Own: A Financial Guidebook for Widows.

Bobbi Emel, seorang psikiater yang menulis di Lifehack.org, juga mengatakan, tempat yang diinginkan adalah tepat di sisinya, tak peduli penyakit apa yang dirasakan.

“Kamu akan menemukan orang lain yang lebih baik”.

Kehilangan orang yang dicintai tidak akan bisa digantikan oleh hadirnya orang baru.

“Rasa sakit karena kehilangan orang yang dicintai tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata, apalagi membayangkan memulai sebuah hubungan dengan orang yang baru dikenal. Mengatakan hal seperti itu akan membuatnya tambah bersedih”, kata Rehl.

“Kamu tidak sendirian”.

“Akan ada banyak keluarga dan teman-teman yang menemani dan mencoba menghiburnya, tetapi tidak akan ada seorang pun yang mengerti apa yang dirasakannya pada saat itu,” kata Kristin Meekhof, penullis buku A Widow’s Guide to Healing.

Penulis: Kontributor Female, Agustina

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help