Jalan Umum di Tempat Kami Seperti Jalan Milik Perusahaan Batubara

Truk batubara yang melintas di Jalan Kabupaten PALI terus dikeluhkan masyarakat Bumi Serapat Serasan.

Jalan Umum di Tempat Kami Seperti Jalan Milik Perusahaan Batubara
TRIBUN SUMSEL/ARI WIBOWO
angkutan batubara dari Kabupaten PALI saat sedang melintas di siang hari‎ dengan bermuatan kosong untuk menuju Kabupaten Lahat. 

SRIPOKU.COM, PALI -- Banyak angkutan truk batubara yang melintas di Jalan Kabupaten PALI terus dikeluhkan masyarakat Bumi Serapat Serasan.

Mereka mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang berlubang dan digenangi air akibat truk batubara yang melebihi tonase melintas di jalan umum.

Pantauan Tribun, di awal pekan ini, tepatnya di Jalan Desa Talang Bulang, Talang Ubi, PALI berlubang dan digenangi air.

Hal ini, membuat pengendara yang melintas di jalan tersebut harus berhati-hati agar tidak terperosok di lubang yang penuhi air.

"Lihat saja, lubang di jalan Desa Talang Bulang dipenuhi air. Jadi kami sebagai pengendara takut kendaraan kami terperosok. Kalau ada mobil melintas berlawanan, kami setop terlebih dahulu, karena jalan itu, sudah tidak layak lagi untuk mobil atau motor lewat berlawanan di jalan berlubang," keluh Herman, ketika dijumpai Tribun. Jumat(7/10/2016).

Ia mengatakan, awalnya lubang itu, kecil. Namun, seiring waktu berjalan ditambah ribuan truk batubara yang melintas di jalan bermuatan 13 sampai 14 ton membuat lubang semakin membesar selebar jalan.

"Awalnya aspal di jalan pecah-pecah, lalu jalan berlubang, pas musim hujan ini, lubang digenangi air, membuat lubang jadi besar dan jalan semakin rusak," ujar Herman, warga Talang Ubi.

Herman, bersama warga lainnya sangat berharap agar pemerintah mengambil kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat terkait banyak truk batubara melintas di jalan Kabupaten PALI, untuk menuju stock pile (pengepulan batubara ) di PT Engrate Prima Indonesia (EPI) di perairan Desa Perambatan, Abab, PALI.

"Kami sebagai masyarakat berharap sekali ada solusinya, dari pemerintah, agar jalan milik negara harus di rawat. Jangan seperti saat ini, jalan daerah kami seperti jalan milik perusahaan batubara," harap Herman.

Sementara itu, wakil ketua II DPRD PALI, H Darmadi Suhaimi SH mengakui saat berkumpul dengan masyarakat. Mereka sering mengeluhkan ribuan truk batubara yang melintas di jalan Kabupaten PALI untuk menuju stock pile, pelabuhan PT EPI.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help