Peringatan 1 Muharram, tak Ada Ritual Khusus Umat Islam di Palembang

Acuan Islam yang dianut masih mengarah kepada unsur Melayu dan Arab, yang memang dikenal tempat asal muasalnya agama Islam di dunia.

Peringatan 1 Muharram, tak Ada Ritual Khusus Umat Islam di Palembang
ISTIMEWA
ilustrasi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Datangnya 1 Muharram ada kalanya dirayakan dengan berbagai tradisi.
Ada yang ziarah ke makam leluhur atau keluarga, ada yang menggelar membaca Yasin di rumah, hingga ada yang menggosok benda-benda pusaka.

Semuanya dilakukan dengan menyimpan harapan supaya di tahun Islam selanjutnya bisa menjadi lebih baik.

Ternyata, khusus untuk orang Palembang asli, rupanya sama sekali tidak memiliki tradisi atau ritual khusus setiap kali tahun baru Islam tiba.

Bahkan, ketika Palembang masih bernamakan Kesultanan Palembang Darussalam, tahun baru Islam dilalui tanpa ada tradisi atau perayaan khusus.

Padahal, saat itu, Islam begitu kentara dan mendominasi di Palembang.

Dikatakan Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) sekaligus salah satu pelaku seni di Palembang, Vebry Alintani, umat Islam sejak Palemang masih bernamakan Kesultanan Palembang Darussalam menganut Islam murni.

Acuan Islam yang dianut masih mengarah kepada unsur Melayu dan Arab, yang memang dikenal tempat asal muasalnya agama Islam di dunia.

"Ini beda dengan di provinsi lain. Ada Islam yang sedikit dicampur dengan unsur Hindu dan Budha sehingga dalam pelaksanaanya ad beberapa tradisi dua agama tersebut yang dicampurkan dengan Islam," kata Vebry, Jumat (30/9/2016).

Dijelaskan Vebry lebih rinci, salah satu tradisi Hindu atau Budha yang dilakukan oleh umat Islam adalah menabur bunga pada makam keluarga atau leluhur.

Biasanya, kegiatan ini dilakukan ketika ziarah menjelang Hari Raya Idul Fitri sehingga makam ramai akan orang yang berziarah.

Halaman
123
Penulis: Refli Permana
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help