KNPI Muaraenim Minta Polisi dan Dishub Hentikan Angkutan Batubara

"Kami minta kepada Dishub dan Polres Muaraenim, untuk menyetopkan seluruh angkutan batubara baik yang dari Lahat maupun Muaraenim,"

KNPI Muaraenim Minta Polisi dan Dishub Hentikan Angkutan Batubara
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Ketua DPD KNPI Muaraenim Ardiansyah bersama berdialog dengan Wakapolres Muaraenim Kompol M Aidil terkait angkutan truk batubara di Muaraenim, Rabu (28/9) 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM--- Meski aturan Dishub Sumsel secara tegas telah melarang melintasnya angkutan batubara di Jalinsum, namun ternyata angkutan batubara masih merajalela melintas di Jalinsum, sehingga aturan tersebut terkesan mandul.

"Kami minta dengan tegas kepada Dishub dan Polres Muaraenim, untuk menyetopkan seluruh angkutan batubara baik yang dari Lahat maupun Muaraenim," tegas Ketua DPD KNPI Muaraenim Ardiansyah di depan anggota Polres Muaraenim dan Dishub Muaraenim, Rabu (28/9/2016).

Menurut Ardiansyah, seharusnya sesuai dengan rencana, hari ini (Rabu) pihaknya akan melakukan aksi demo dan penyetopan angkutan batubara. Namun atas berbagai pertimbangan terutama menjaga situasi keamanan, akhirnya pihaknya memilih menyampaikan aspirasi dan tuntutan ke Polres Muaraenim dan Dishub Muaraenim, yang intinya untuk melakukan tindakan tegas terhadap angkutan batubara.

Sebab angkutan batubara yang diangkut dari Kabupaten Lahat dan Kecamatan Tanjung Agung serta Lawang Kidul, sudah sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan permasalahan sosial seperti jalan menjadi rusak, macet, lakalantas meningkat dan lain-lain.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Muaraenim Kompol M Aidil didampingi Kabagops Kompol Zulkarnain, menyatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi terhadap DPD KNPI yang telah memilih menyampaikan aspirasinya secara elegan dan tidak melakukan dengan cara unjuk rasa.

Pihaknya sudah berupaya melakukan penindakan dengan tilang, namun permasalahan tetap tidak selesai, karena memang belum ada jalan khusus batubara. Namun pihaknya berjanji akan membawa permasalahan ini ke pemerintah daerah untuk mencari solusi seadil-adilnya.

Dan diharapkan dalam penyelesaian ini, tidak hanya sebentar tetapi selamanya. Kita minta dukungan dari semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Kalau dulu kami hanya sendirian menertibkannya sekarang kami bertambah yakin sebab sudah didukung oleh masyarakat," ujar Wakapolres Muaraenim.

Sementara itu Kabid Angkutan Dishub Muaraenim Akmaludin SH, berjanji akan menyampaikan pernyataan dan aspirasi DPD KNPI ini ke pimpinan. Mengenai masalah angkutan batubara, kewenangan Dishub sangat kecil karena hanya diterminal, jika dijalan raya sudah komprehensif. Kami sudah mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak berkepentingan batubara di Lahat untuk mencari solusi masalah ini.

"Permasalahannya gampang, jika instansi terkait di Kabupaten Lahat menyetopnya di Lahat, tentu angkutan batubara tidak sampai di Muaraenim. Jadi kami ini, terkena imbasnya, sebab jika distop di perbatasan mereka sering membuat kemacetan," ujar Akmaludin.

Mengenai masalah adanya kepedulian masyarakat atas angkutan batubara ini, lanjut Akmaludin, pihaknya sangat setuju dan mendukung sekali. Seharusnya dari dulu, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Muaraenim kompak, dan jika kendaraan angkutan batubara masih melintas berarti Dishub Lahat yang tidak konsekuen.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved