SriwijayaPost/

Pengendara Keluhkan Kondisi Jalintim Palembang-Inderalaya

Banyak bebatuan berhamburan di badan jalan, terlebih lagi di jalan menikung yang sewaktu-waktu dapat membahayakan pengendara.

Pengendara Keluhkan Kondisi Jalintim Palembang-Inderalaya
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
kondisi jalan berdebu ditambah bebatuan kerikil di Jalintim Palindra tepatnya di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan kerapkali membahayakan pengendara. 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA--Akhir-akhir ini sejumlah pengendara baik roda dua maupun roda empat mengeluhkan kondisi Jalintim Palembang-Inderalaya, tepatnya di sepanjang titik jalur simpang Desa Pelabuhan Dalam Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) hingga menuju Petrogas PT Surya Esa Perkasa.

Pantauan Sripoku.com,  pembangunan pelebaran jalan di titik tersebut hingga saat ini, Jumat (16/9), belum sepenuhnya selesai.

Banyak bebatuan berhamburan di badan jalan, terlebih lagi di jalan menikung yang sewaktu-waktu dapat membahayakan pengendara.

Sudah berkali-kali kendaraan bertonase terjungkal saat melintas. Belum lagi, di sisi kanan badan jalan, lebih kurang sepanjang 1 kilometer dari arah Palembang belum teraspal.

Apabila cuaca panas, jalan yang baru ditimbun dengan tanah merah menghasilkan debu dan diguyur hujan, kondisi jalan menjadi becek.

Seperti diungkapkan Romli (55), sopir truk ekspedisi yang kendaraannya beberapa waktu lalu terjungkal di sisi kiri badan jalan dari arah Inderalaya di Desa Simpang Pelabuhan Pemulutan.

Menurutnya, ia bergerak dari arah Inderalaya hendak menuju ke Palembang pada malam hari. Saat melintas, ia tak begitu melihat kondisi jalan yang penuh bebatuan dan sedikit menikung karena, minimnya penerangan di titik lokasi ditambah kondisi jalan bergelombang dan dipenuhi bebatuan.

Tak pelak, saat membanting setir kekiri, truk yang ia kendarai seketika oleng ke kiri dan terjungkal bersama puluhan ton muatan ekspedisi berupa kardus.

"Saya melintas di saat laju kendaraan berjalan dengan kecepatan lebih kurang 60 km. Setibanya, di Jalintim simpang Pelabuhan Dalam, saat berusaha membanting setir kekiri. Namun, truk tak terkendali lagi seketika oleng dan terjungkal," kesalnya, kepada sripo, Jumat (16/9).

Senada diungkapkan Usman (44), seorang pengendara sepeda motor yang biasa pulang pergi Palembang-Inderalaya mengungkapkan, sejak saat ini, terhitung sudah berulang kali kendaraan terjungkal, khususnya kendaraan-kendaraan angkutan bertonase seperti truk dan fuso.

"Sudah sangat sering pak, mobil tebalik disini," ungkapnya seraya berharap kepada pihak terkait untuk segera menanggulangi hal tersebut, sebelum menelan korban jiwa.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help