Home »

Bisnis

» Makro

WA Kian Besar, Operator Telekomunikasi Terpukul

"Kalau bicara keadilan di industri, saya kira mengusik kewajaran kita karena OTT ini berasal dari luar, seperti Google itu," kata Basuki.

WA Kian Besar, Operator Telekomunikasi Terpukul
Forbes
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Semakin besarnya penggunaan data layanan berbasis internet global atau over the top (OTT) termasuk Whatsapp menjadi masalah bagi sektor telekomunikasi nasional.

Pelaksana Tugas Dirjen Sumber Daya Pos dan Perangkat Informatika (SDPPI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, kian besarnya layanan OTT membuat pasar layanan data voice berkurang.

Padahal layanan tersebut merupakan sumber pemasukan perusahaan telekomunikasi.

"Data voice berubah jadi data berupa OTT yang tidak memberikan keuntungan bagi operator. Ini masalah di sektor telekomunikasi," ujar Basuki saat rapat dengan Badan Anggaran DPR, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Kominfo menyoroti hilangnya sumber pendapatan perusahaan telekomunikasi lantaran semakin bedanya layanan OTT yang merupakan layanan internet global.

Bila mengacu kepada masalah itu, kata Basuki, kian besarnya layanan OTT mengusik kewajaran dari sisi industri telekomunikasi.

"Kalau bicara keadilan di industri, saya kira mengusik kewajaran kita karena OTT ini berasal dari luar, seperti Google itu," kata Basuki.

Di sejumlah negara, layanan OTT sudah diatur. Merujuk akan hal itu, Kominfo juga berniat akan melakukan evaluasi terhadap layanan OTT.

Lantaran OTT pula, Kominfo sempat berencana menurunkan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 2017. Namun setelah rapat dengan Banggar, PNBP Kominfo disetujui Rp 16,5 triliun.

Penulis : Yoga Sukmana

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help