Jimly Asshiddiqie: Bukan Tidak Mungkin 2024 Pilpres-Pileg-Pilkada Serentak

Menurutnya penyebutan pemilihan serentak cukup sederhana akan tetapi pada praktiknya sangat kompleks.

Jimly Asshiddiqie: Bukan Tidak Mungkin 2024 Pilpres-Pileg-Pilkada Serentak
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie (tengah) memberikan ceramah di hadapan para anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Aston Palembang, Sabtu (3/9/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menyatakan tahun 2024 bukan tidak mungkin Pemilu Presiden, Legislatif dan Pemilihan Kepala Daerah akan dilaksanakan secara serentak.

Soal UU Pemilu, Jimly mengatakan bahwa ke depan pelaksanaan Pemilihan Presiden akan bersamaan dengan Pemilihan Anggota Legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten) atau biasa disebut pemilihan serentak.

Menurutnya penyebutan pemilihan serentak cukup sederhana akan tetapi pada praktiknya sangat kompleks.

Penyelenggaran Pemilu serentak 2019 sudah didahului dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di seluruh Indonesia.

Jimly menjelaskan, kebijakan Pemilu serentak yang diketok palu oleh DPRRI sebagai langkah untuk menguatkan kedudukan pemerintah.

“Kalau sistem yang sekarang kan terjadi berkali-kali koalisi, paling ada tiga tahap koalisi, saat pemilihan presiden putaran pertama, koalisi putaran kedua dan koalisi pembentukab kabinet, jadi tidak utuh atau tidak sejati koalisi yang terbentuk,” ungkap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan ceramah di hadapan para anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Aston Palembang, Sabtu (3/9/2016).

Kedatangan Jimly sebagai pembicara tamu berbicara mengenai Menjadi Anggota DPR yang Produktif dan Aturan UU Pemilu 2019.

Pria asal Sumsel ini menambahkan, dengan sistem Pemilu serentak nanti hanya akan ada satu kali koalisi yaitu saat pembentukan kabinet oleh Presiden dan Wapres terpilih.

Bisa jadi yang terpilih adalah calon dari partai pemenang Pemilu bisa juga tidak.

Yang masih menjadi pembahasan adalah kriteria parpol yang bisa mengusung calon Presiden.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved