SriwijayaPost/

Kapasitas 192 Diisi 473 Napi, Lapas Narkoba Muarabeliti Overload

Dikatakannya, ‎mengatasi permasalahan over kapasitas tersebut, mau tidak mau pihaknya terpaksa memanfaatkan ruangan yang ada, untuk diisi narapidana.

Kapasitas 192 Diisi 473 Napi, Lapas Narkoba Muarabeliti Overload
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Sri Yuwono, Kalapas Narkoba Kelas IIA Muarabeliti. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Daya tampung ‎Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Kelas IIA Muarabeliti, Kabupaten Musirawas saat ini sudah melebihi kapasitas. Jumlah narapidana dan anak pidana yang menjadi warga binaan di Lapas tersebut sekarang sudah mencapai 473 orang. Sementara kapasitas maksimal atau daya tampung Lapas yang khusus diperuntukkan bagi narapidana kasus narkoba tersebut hanya untuk 192 orang.

Kepala Lapas Kelas IIA Muarabeliti‎ Kabupaten Musirawas, Sri Yuwono menyatakan, meski daya tampung Lapas sudah melebihi kapasitas, pihaknya tak bisa menolak ketika ada yang masuk. Sehingga, ruangan yang ada terpaksa diisi banyak orang.

"Kita kapasitas tampungnya sebanyak 192 orang. Tapi sekarang diisi oleh 473 orang, maka 134 persen sudah overload. Cuma ya instansi saya tidak bisa menolak, meskipun kapasitas sudah penuh. Karena untuk mendukung sistem peradilan pidana, maka terpaksa kita terima," ungkap Sri Yuwono.

Dikatakannya, ‎mengatasi permasalahan over kapasitas tersebut, mau tidak mau pihaknya terpaksa memanfaatkan ruangan yang ada, untuk diisi para narapidana dan anak pidana. Selain itu, untuk mengurangi jumlah penghuni, pihaknya juga mengirimkan ke Palembang. Terutama bagi yang sudah putus dan yang tiga tahun ke atas. "Mengatasi‎ overload ya dengan manfaatkan kamar yang ada. Kita lebih parah yang di Palembang, disana malah sangat padat," katanya.

Dijelaskan, banyaknya jumlah narapidana dan anak pidana di Lapas Narkoba Kelas IIA Muarabeliti, antara lain karena Lapas ini menangani khususnya tiga wilayah, yaitu Kabupaten Musirawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten‎ Musirawas Utara (Muratara). Termasuk pula, menerima limpahan dari Palembang. "Kita khususnya tiga wilayah, tapi kalau dari Palembang memang sudah parah dan dikirim kesini, terpaksa kita terima, karena perintah dari Kakanwil di Palembang," katanya.

Ditambahkan, selama menjadi warga binaan di Lapas Narkoba Kelas IIA Muarabeliti, pada narapidana dan anak pidana diberikan berbagai macam kegiatan. Seperti kegiatan keagamaan, kesenian, olahraga dan ketrampilan. "Kegiatan kita selain agama, juga kesenian, olahraga dan ketrampilan. Setiap hari ada kegiatan rehabilitasi narkoba, dimana kegiatan vocationalnya adalah pembuatan pot," katanya.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help