SriwijayaPost/

main Cuka Para, Duta Terancam Belajar Dalam Sel Tahanan

Main Cuka Para (Asam Semut) Duta terancam tidak lagi menikmati pelajaran di Bangku Sekolah akrena harus berurusan dengan polisi.

main Cuka Para, Duta Terancam Belajar Dalam Sel Tahanan
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Tersangka Duta saat diamankan beserta barang bukti di Polsekta Gandus Palembang, Jumat (19/8). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Maksud hati ingin membalas dendam terhadap seorang musuhnnya dengan cara menyiram cuka para, namun sial malah dialami Duta Dorisco (17).

Bukannya mengenai musuh yang telah diincar, cuka para yang dilemparkannya tersebut malah mengenai dua orang yang tidak dikenalnya.

Akibatnya, warga Jalan PAM Tirta Lorong Hibah I RT 70/3 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang itu, terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian setelah diamankan Polsekta Gandus Palembang yang menindaklanjuti laporan dari kedua korbannya, Fatimah Zahra (14) dan Alkhuzdri (14).

Menurut keterangan tersangka Duta, kejadian tersebut terjadi di halaman depan SMP Negeri 32 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang, Rabu (17/8) usai upacara 17 Agustusan. Dan kejadian itu sediri terjadi bermula saat ia akan membalas dendam dengan menyiramkan cuka para kepada musuhnnya, Yogi.

"Mau nyiram Yogi yang saat itu duduk di Pos Satpam SMPN 32. Tapi tidak tahunya malah kena korban yang saat itu juga berada di sekitar Pos tersebut. Saya tidak kenal dengan kedua korban yang kena," jelasnya saat ditemui di Polsekta Gandus Palembang, Jumat (19/8).

Diceritakannya, ia memang ada dendam dengan Yogi. Beberapa minggu yang lalu, antara ia dan Yogi sempat saling hina. Karena Yogi tersinggung, Yogi pun mengancam akan menombaknya.

"Saya kesal diancam-ancam dan kebetulan, saat itu saya bertemu dengan kawan, Ari hingga kemudian ia menawari untuk balas dendam," terangnya.

Setelah itu, dikatakannya, ia pun akhirnya merencanakan aksi balas dendam tersebut hingga kemudian melihat Yogi di Pos Sekolah tersebut.

"Melihat itu, saya langsung melemparnya dengan cuka para tapi tidak tahunya malah kena orang lain," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsekta Gandus Palembang, AKP Dedi Rahmad didampingi Kanit Reskrim, Ipda Husni, mengatakan, kejadian usai upacara 17 Agustus. Saat itu ia mengincar musuhnya karena dendam.

"Tersangka menggunakan sepeda motor bersama temannya Ari, tersangka pakai helm dengan tutupan wajah dan langsung melempar air keras, namun sayang, ternyata salah sasaran dan mengenai korban Fatima Zahra (14) dan Alkuzri yang membuat Alkuzri luka bakar di bagian dagunya dan Fatimah di bagian dada atas," jelasnya.

Dikatakan Dedi, saat ini pihaknya masih memburu satu pelaku lagi. Dan akibat ulahnya, tersangka dikenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help