Inspirasi

Investasi Emas, Jangan Anggap Remeh!

Siapa sangka perhiasan emas yang Anda atau pasangan Anda koleksi ternyata bisa menjadi investasi menguntungkan. Misalnya, Anda tiba-tiba butuh uang un

Investasi Emas, Jangan Anggap Remeh!
gunungrizki.com
Investasi Emas. 

SRIPOKU.COM - Siapa sangka perhiasan emas yang Anda atau pasangan Anda koleksi ternyata bisa menjadi investasi menguntungkan. Misalnya, Anda tiba-tiba butuh uang untuk menambah dana membeli rumah atau biaya pendidikan anak, kalung emas bisa dijual.

Berita Lainnya: Ekonomi Tidak Menentu, Sebaiknya Investasi Emas atau Saham?

emas yang dibeli sekitar enam tahun lalu bisa dua kali lipat harganya saat dijual. Bayangkan, jika saat itu Anda membeli lebih banyak logam kuning tersebut, tentu semakin banyak untung bisa didapat.

Nah, daripada menyesal, lebih baik Anda pun mulai mempertimbangkan berinvestasi jangka panjang dengan emas. Meski terkesan kuno, tapi nilai emas selalu naik setiap tahunnya.

Selain itu, emas juga menjadi alat investasi yang tak terpengaruh inflasi dan aman dari guncangan ekonomi. Bayangkan, jika Anda sudah berinvestasi emas dari 10 tahun lalu, saat ini Anda sudah bisa memanen keuntungan berlipat ganda.

"Sepanjang Januari tahun ini sampai sekarang nilai emas sudah naik 27 persen," papar Direktur Marketing PT Antam (Persero) Tbk (Antam), Hari Widjajanto, Kamis (3/8/2016).

Investasi emas kini juga semakin mudah. Itu bisa disesuaikan bujet dan juga terjangkau nilainya. Saat ini harga satu gram emas Logam Mulia (LM) Antam Rp 609.000—menurut situs logammulia.com, Rabu (10/8/2016).

Kualitas dan keamanan
Tapi, meski punya banyak kelebihan, jangan sembarang membeli emas bila tak ingin tertipu. Jangankan memastikan kadar emas, membedakan emas asli atau tidak saja sulit bagi orang awam.

Untuk menghindari urusan tipu-tipu tersebut, pastikan Anda membeli emas yang sudah bersertifikat, seperti produk Antam misalnya. Terlebih saat ini emas LM produksi Antam ukuran 50 gram lebih punya kemasan yang tak bisa dibuka. Kemasan tersebut juga berfungsi sebagai sertifikat.

"Di lapangan saat ini banyak sekali LM yang dijual sudah tak sesuai dengan keterangan sertifikatnya. emas dipotong, lalu dijual dengan menambahkan pemberat di kemasannya. Dengan kemasan dan sertifikat khusus ini tidak akan bisa dicopot lagi. Kalaupun dipaksa akan terlihat bekasnya," ujar Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman.

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help