SriwijayaPost/

Di Komplek Teratai Putih, Zulkarnain Tewas Ditusuk Djiandi

Andi dan Zulkarnain (17) berkelahi di Komplek Teratai Putih Kampung Baru. Djiandi secara refleks membantu temannya Andi dan menusuk dada korban.

Di Komplek Teratai Putih, Zulkarnain Tewas Ditusuk Djiandi
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Tersangka Djiandi Faisal saat diamankan beserta barang bukti di Polsekta Sukarami Palembang, Selasa (9/8). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Dengan beralasan rasa solidaritas, Djiandi Faisal (17),  secara refleks membantu dan menusuk Zulkarnain (17) yang saat itu sedang berkelahi dengan Andi (DPO), teman tersangka.

Tak tanggung-tanggung, warga Jalan Suka Karya Kelurahan Sukarami Kecamatan Sukarami Palembang itu, nekat membantu temannya tersebut dengan menusuk musuhnnya menggunakan badik di bagian dada.

Akibat tusukkan tersebut, korban  Zulkarnain, warga Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, harus meregang nyawa.

Kejadian tersebut, terjadi di Eks Lokalisasi Teratai Putih atau yang akrab di telinga masyarakat dengan nama Kampung Baru Kecamatan Sukarami Palembang, Jumat (5/8) sekitar pukul 04.00.

Menurut keterangan tersangka Djiandi saat diamankan di Polsekta Sukarami Palembang, Selasa (9/8), kejadian penusukan tersebut berawal saat ia melihat temannya, Andi Yos sedang berkelahi dengan korban tidak jauh dari Diskotik Star yang ada di dalam Kampung Baru.

"Melihat hal itu dan karena rasa solidaritas, saya pun akhirnya langsung menusuk korban di bagian dadanya sebanyak satu kali," jelasnya.

Usai kejadian tersebut, dikatakan tersangka yang tidak tamat SD tersebut, ia dan temannya tersebut pun langsung kabur untuk bersembunyi. Namun, sebelum kabur, ia sempat mencabut badik yang menancap di tubuh korban lalu membuangnya di sebuah ruko tak jauh dari lokasi kejadian.

"Pisau itu sudah sengaja saya bawa dari jam 8 malam, pisau itu saya pinjam dari teman sebelum saya pergi ke Kampung Baru," terangnya.

Saat disinggung pasal apa keributan tersebut terjadi, tersangka yang sehari-hari bekerja memasang plafon tersebut, mengatakan, ia tidak begitu mengetahuinya.

"Saya tidak tahu pasal apa, dia (Andi-red) ribut dengan korban kemudian minta tolong ke saya dan karena rasa solidaritas, saya pun akhirnya menolongnya," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help