Waspadalah Jika Anda Menemukan Dokumen Perusahaan

Waspadalah jika anda menemukan dokumen penting dan surat berharga yang tercecer di jalan. Bisa jadi itu modus penipuan.

Waspadalah Jika Anda Menemukan Dokumen Perusahaan
SRIPOKU.COM/FAHROZI
Kapolres Musirawas AKBP Herwansyah Saidi, memeriksa dokumen penting dan surat berharga temuan masyarakat yang dilaporkan, Rabu (3/8/2016).

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Masyarakat hendaknya waspada terhadap modus penipuan dengan mencecerkan dokumen penting dan surat berharga di jalan.

Jika menemukan ada berkas dokumen penting dan surat berharga tercecer di jalan, masyarakat hendaknya jangan mudah tergiur dan sebaiknya ‎melapor ke polisi.

Modus penipuan serupa ini dialami oleh Hengki (37), warga Jalan Majapahit Kota Lubuklinggau. Ia menemukan ada amplop berwarna coklat terbungkus plastik, tercecer di pinggir jalan dekat perbatasan Kabupaten Musirawas dan Kota Lubuklinggau yang terdapat tulisan secret, atas nama perusahaan batubara.

Didalamnya berisi surat izin usaha perdagangan (SIUP) besar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan beserta foto pemilik SIUP-Besar.

Kemudian, surat keterangan tanah (SKT) yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan Kota Tanah Bumbung Kalimantan Selatan dan selembar surat berharga jenis cek senilai Rp 2,7 miliar dikeluarkan oleh salah satu bank.

"Dokumen dan surat berharga berupa cek tersebut, sudah saya serahkan ke Polres Musirawas," ujar Hengki, yang juga merupakan salah seorang wartawan regional yang bertugas di Musirawas, Rabu (3/8/2016).

Kapolres Musirawas AKBP Herwansyah Saidi mengatakan, panemuan dokumen tercecer yang dilaporkan oleh salah seorang wartawan tersebut merupakan langkah yang baik. Hal seperti ini hendaknya juga dilaporkan oleh masyarakat, jika menemukan hal serupa.

Sebab, tercecernya dokumen SIUP, SKT perusahaan batubara dan selembar cek senilai Rp 2,7 miliar sudah pernah terjadi dan dilaporkan salah satu media juga di Polda Riau pada 4 Januari 2016 lalu.

"Ini salah satu bentuk penipuan. Apalagi laporan yang di Polda Riau sama dengan dokumen tercecer yang ditemukan di Kabupaten Musirawas. Identitas dan alamat instansi juga sama termasuk nomor register surat berharga," kata Herwansyah Saidi kepada wartawan, Rabu (3/8/2016).

Ia mengimbau, masyarakat yang menemukan dokumen penting dan surat berharga hendaknya segera melaporkan ke aparat kepolisian. Jangan sampai tergiur dan berupaya menghubungi yang bersangkutan.

Karena bisa saja dijadikan sarana menipu apalagi surat berharga memiliki nilai nominal yang menggiurkan.
Dijelaskan, bahwa ‎BPN tidak pernah keluarkan SKT. Karena yang menerbitkan SKT sama dengan SPH itu adalah kepala desa bukan BPN.

"‎kalau SIUP bisa dilihat secara online. Tulis nomor SIUP maka keluar milik siapa dan berada dimana SIUP tersebut. Termasuk apakah terdaftar atau tidak. Sedangkan untuk surat berharga, tidak ada yang sama nomor registernya, dalam tiap lembar yang dikeluarkan," katanya.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved