SriwijayaPost/

Jambret Ini Siram Air Keras Ke Polantas yang Mengejarnya

"Kami terus lari hingga ke TPU Kamboja, saya hampir tertangkap karena itu nekat menyiram petugas dengan air keras"

Jambret Ini Siram Air Keras Ke Polantas yang Mengejarnya
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Hermanto tersangka spesialis dan residivis jambret saat diamankan di Polsekta IT I Palembang, Selasa (2/8).

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mengetahui aksi penjambretannya diketahui hingga dilakukan pengejaran oleh seorang petugas yang tengah melakukan patroli BM, membuat Hermanto (30), akhirnya nekat melakukan perlawanan dengan menyiramkan air keras kepada petugas yang hendak menangkapnya.

Beruntungnya, sang petugas yang diketahui bernama Bripka Robert Lucky dan bertugas di Satlantas Polresta Palembang tersebut dapat segera menghindar sesaat setelah mengetahui hal tersebut. Sehingga, ia hanya terkena sedikit.

Namun, sial menimpa tersangka warga Lorong Sei Semajid Kertapati Palembang itu.

Akibat ulahnya melakukan perlawanan, ia pun akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan yang berhasil bersarang di betis kakinya.

Menurut keterangan tersangka bapak dua orang anak tersebut, aksinya itu dilakukan bermula saat ia melakukan aksi penjambretan bersama rekannya, Agung (DPO) terhadap korban, Riska Pratama (32) yang merupakan PNS Polres OKI di Jalan Veteran Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Senin (1/8/2016) sekitar pukul 15.00.

"Kami sedang bermotor, tiba-tiba saat di lampu merah di TKP, saya melihat korban membawa tas. Dan saya saat itu yang membawa motor pun langsung menariknya," jelasnya saat diamankan di Polsekta IT I Palembang, Selasa (2/8).

Rupanya, dikatakan tersangka residivis kasus serupa tersebut, saat itu aksinya dipergoki seorang anggota yang tengah patroli hingga kemudian dilakukan pengejaran.

"Kami terus lari hingga ke TPU Kamboja dan saat itu, saya hampir tertangkap karena itu kemudian nekat menyiram petugas tersebut dengan air keras dengan tujuan agar dapat lolos," terangnya.

Masih dikatakannya, sebelum melakukan aksinya penjambretan tersebut, pagi harinya ia juga telah melakukan aksi serupa di depan Mess Seroja terhadap seorang korban wanita.

"Saya juga dengan Agung. Saat itu mendapat uang Rp 200 ribu dan ponsel tapi semua masih dibawa Agung," jelas tersangka yang telah dua kali keluar masuk penjara.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help