Studi Banding ke Tengerang Banten VBekal Kemajuan Bumdes di PALI

Peserta studi banding langsung mengunjungi tempat pengelolaan sampah organik, non oraganik dan perkebunan Toga, Desa Pagedangan.

Studi Banding ke Tengerang Banten VBekal Kemajuan Bumdes di PALI
TRIBUN SUMSEL.COM/ARI WIBOWO
Suasana studi banding, di tempat pengelola sa‚Äémpah 

SRIPOKU.COM, PALI -- Hari terakhir studi banding, 14 Kepala Desa, Tim Pemantau Kegiatan (TPK) dan Badan Usaha Milik Desa(Bumdes) Kecamatan Talang Ubi, PALI. Mengunjungi Bumdes Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Tangerang Banten, Kamis(28/7) sore.

Pantaun Tribun, setelah melakukan audiensi bersama dengan pihak Bumdes, Kades serta dan perwakilan dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Tanggerang.

Peserta studi banding langsung mengunjungi tempat pengelolaan sampah organik, non oraganik dan perkebunan Toga, Desa Pagedangan.

Peserta studi banding secara kasat mata melihat pengelolaan sampah dan bertanya langsung cara pengelolaan sampah organik dan non organik.

Di Bumdes Pagedangan, peserta studi banding Talang Ubi mengunjungi pengelolaan sampah organik dan non organik yang di jadikan pupuk kompos untuk bahan pupuk kebun Toga yang berdekatan dengan pengolahan sampah di Desa Pagedangan, bahkan pupuk kompos dijual kepada masyarakat.

Selain itu juga, Bumdes Desa Pagedangan, yang berdiri sejak lima tahun lalu, juga melayani pembayaran jasa listrik, kredit motor, mobil dan lainnya, yang berkerja sama dengan perbankan milik negara dan pengelolaan kios kuliner. Bahkan keuangan Bumdes di desa yang masuk 8 besar desa percontohan di Indonesia ini. Keuangan Bumdes Desa Pagedangan lebih dari Rp 500 juta.

Kades Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Tangerang, Banten, Ahmad Anwar SAg mengatakan desa yang ia pimpin tahun 2015 masuk 8 besar lomba desa tingkat nasional. Ia juga memaparkan Bumdes-nya sudah di undangan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berkat keberhasilan kawan-kawan dari Bumdes.

"Banyak daerah yang lain mengunjungi desa kami, dan kami bilang apa adanya tentang desa kami, baik yang buruk maupun bagusnya, walaupun desa kami cuma masuk 8 besar lomba tingkat nasional tapi, tetap banyak yang kunjungan desa kami, padahal ada desa yang masuk 5 besar," kata Ahmad.

Dia menambahkan, Kades tidak boleh merangkap sebagai kepala Bumdes, melainkan Kades cuma bisa menjadi penasehat. Seperti dikatakan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPSD) dikelola oleh Bumdes begitu juga pembayaran uang iuran sampah perbulan.

"Perbulan warga membayar uang iuran sampah Rp 15 ribu, dari sampah yang diambil di rumah warga itu maka dipisahkan sampah organik dan non organik untuk dijadikan pupuk," jelas Ahmad, didampingi Kabid Pemdes BPMPD Tanggerang.

Ditambahkan Kabid Pemdes BPMPD PALI, Jerry Ariansyah SStp dengan secara langsung melihat pengelola Bumdes Pagedangan, mulai dari pengelolaan sampah, jasa pembayaran listrik, motor dan mobil makan membuka wawasan, membuka pikiran dan bekal untuk Bumdes PALI.

"Tujuan studi banding untuk membuka pikiran, bekal, seperti caranya mengelola Bumdes dengan baik yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat setempat," ujar Jerry, didampingi camat Talang Ubi, Asrohi SSos, MH.

Penulis: wartawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help